Konten dari Pengguna

11 Tips Parenting Anak Usia 2 Tahun agar Makin Cerdas

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tips parenting anak usia 2 tahun. Foto: Tania Dimas/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tips parenting anak usia 2 tahun. Foto: Tania Dimas/Pixabay

Tips parenting anak usia 2 tahun berbeda dengan usia di bawah atau di atasnya. Usia ini masih termasuk golden age sehingga pola pengasuhan anak harus dioptimalkan guna meningkatkan kecerdasannya.

Inilah tips pengasuhan atau parenting anak usia 2 tahun yang efektif untuk memaksimalkan kreativitas sekaligus kecerdasan si kecil.

Tips Parenting Anak Usia 2 Tahun yang Dapat Memaksimalkan Kecerdasannya

Ilustrasi tips parenting anak usia 2 tahun. Foto: Daniela Dimitrova/Pixabay

Dari situs dinsos.kulonprogokab.go.id, diketahui bahwa golden age atau usia emas anak dimulai dari 0-6 tahun. Rentang usia tersebut tentunya amat berharga dan penting bagi seorang anak.

Hal ini dikarenakan pendidikan serta parenting anak di usia emas akan sangat menentukan tahapan perkembangan anak berikutnya.

Lalu, apa saja tips parenting anak usia 2 tahun yang penting diaplikasikan oleh orang tua?

1. Aktif Mengajak Anak Bicara

Anak berusia dua tahun telah memiliki cukup banyak kosakata. Mengajak anak berbicara atau mengobrol dapat memaksimalkan kecerdasan serta kemampuan anak dalam menggabungkan kata membentuk kalimat pendek maupun pertanyaan.

2. Membebaskan Anak Bermain

Bebaskan anak untuk bermain dan berimajinasi. Keterampilan ini biasanya muncul secara alami ketika anak meniru apa yang dilihatnya.

3. Mengenalkan Buku

Kebiasaan membaca buku dapat dikenalkan sejak dini. Kendati tampak percuma karena anak yang belum bisa membaca, tetapi lambat laun anak akan memahami tentang huruf, kata, serta kalimat yang mengandung arti di setiap halaman buku.

4. Mengajari Anak Mengenal Emosi

Anak berusia dua tahun belum sepenuhnya mengenali dan memahami emosi yang dirasakan. Oleh karena itu, orang tua perlu mengajari buah hati untuk mengenal emosi. Misalnya, bila anak merasa kesal, katakan bahwa itu termasuk emosi negatif yang sama artinya dengan marah.

5. Mengajarkan Sikap Mandiri

Beri kesempatan anak untuk bersikap mandiri atau mencoba melakukan segalanya sendiri. Di sini si kecil akan belajar untuk memahami dan berusaha memperbaiki kesalahan. Contohnya, merapikan mainan, pergi ke toilet, atau makan sendiri.

6. Hindari Membohongi Anak

Hindari berbohong kepada si kecil apapun tujuannya. Hal ini dikarenakan perilaku tersebut justru akan membentuk karakter tidak jujur dalam diri anak apabila dilakukan terus menerus.

7. Membatasi Screen Time

Anak berusia dua tahun sebaiknya tidak mengakses gawai atau internet lebih dari satu jam per harinya. Screen time berlebihan mengakibatkan anak malas beraktivitas fisik dan mengalami susah tidur.

8. Hindari Label Negatif

Tidak perlu memberi label negatif kepada si kecil karena kesalahan yang ia perbuat. Sebut saja label “payah” atau “nakal” yang justru memberi kesan bahwa si kecil tak akan mampu berubah. Tindakan ini menjadikan anak malas mencoba hal baru atau sesuatu yang sulit.

9. Memberi Pujian

Berikan pujian secukupnya atas pencapaian atau hal baik yang dilakukan anak. Langkah ini bakal membuat anak termotivasi sehingga lambat laun menjadi kebiasaan positif.

10. Bersikap Tegas

Tegas bukan berarti galak. Orang tua memang harus bersikap tegas dalam menegakkan aturan atau batasan saat anak berperilaku buruk. Dengan demikian, anak pun bakal mengerti bahwa tindakannya salah dan merugikan orang lain.

11. Menjadi Teladan Anak

Orang tua harus menjadi contoh yang positif untuk buah hatinya. Ini bukan berarti orang tua tak boleh melakukan kesalahan. Namun, tahu cara menyikapi kesalahan yang diperbuat.

Demikian tips parenting anak usia 2 tahun yang perlu diterapkan oleh orang tua dalam mendidik buah hati. Pengasuhan anak yang tepat berpengaruh pada masa depan si kecil. (DN)