Konten dari Pengguna

3 Bahaya Temperamental dan Cara Mengatasinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bahaya Temperamental. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bahaya Temperamental. Sumber: Unsplash

Ada berbagai bahaya temperamental yang harus diwaspadai supaya hidup lebih bahagia.

Dikutip dari Buku Pintar Hidup Sehat Cara Mas Dewo, sifat temperamental adalah gambaran dari kekacauan pikiran. Amarah yang tidak bisa dikendalikan akan menyebabkan kebencian. Emosi yang meledak-ledak akan menciptakan suasana tidak nyaman dan mengundang permusuhan.

Lantas, apa saja bahaya temperamental dan cara mengatasinya?

Bahaya Temperamental

Ilustrasi Bahaya Temperamental. Sumber: Unsplash

Berikut ini berbagai bahaya temperamental yang dapat membahayakan diri sendiri:

1. Resiko Jantung

Orang dengan sifat temperamental memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit jantung daripada mereka yang tidak suka marah. Bahkan, seseorang bisa mengalami serangan jantung dua kali lipat pada 2 jam setelah ledakan amarah.

Maka dari itu, penting sekali untuk mengenali serta menerapkan cara meredakan emosi agar tidak meledak. Selain menyebabkan penyakit, amarah juga akan merugikan orang di sekitar.

2. Sistem Kekebalan

Bahaya temperamental berikutnya adalah berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, orang yang mudah marah akan mengalami penurunan antibodi immunoglobulin A (IgA).

Antibodi sendiri mempunyai peran sangat penting dalam menjaga tubuh dari serangan infeksi. Maka dari itu, sifat pemarah yang tidak diatasi akan menyebabkan banyak penyakit menyerang tubuh.

3. Penyakit Paru-paru

Sifat temperamental bisa menyebabkan gangguan paru-paru. Pasalnya, perubahan amarah yang terjadi terus menerus akan memperburuk kapasitas paru-paru yang menyebabkan peningkatan resiko penyakit pernapasan.

Peningkatan hormon stres ketika seseorang marah akab memicu peradangan pada pernapasan. Tak hanya itu, amarah juga menyebabkan insomnia, depresi, eksim, kecemasan, perubahan metabolisme, sampai stroke.

Cara Mengatasi Temperamental

Supaya tidak terkena bahaya temperamental sebaiknya diterapkan berbagai cara mengatasinya, antara lain yaitu:

1. Memahami Penyebabnya

Timbulnya amarah tentu tidak datang bergitu saja, melainkan terdapat berbagai penyebabnya. Hal ini penting dipahami untuk mengetahui apa solusi yang harus dilakukan terkait penyebab tersebut.

2. Mindfulness

Menerapkan mindfulness akan membantu dalam pengelolaan emosi serta menjaga amarah. Kegiatan ini dapat diterapkan dengan duduk di tempat sepi dan memejamkan mata untuk merasakan sensasi fisik ketika marah.

Nah, itu dia sekilas pembahasan mengenai bahaya temperamental dan cara mengatasinya. (LAU)