3 Penyebab Sifat Temperamental dan Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab sifat temperamental pada manusia dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Pasalnya, manusia mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun psikis.
Pada proses pertumbuhan dan perkembangan tersebut, memungkinkan adanya serangkaian pengaruh yang berdampak pada kehidupan manusia. Termasuk di antaranya adalah menyebabkan munculnya sifat temperamental.
Penyebab Munculnya Sifat Temperamental pada Manusia
Mengutip dari Finding Your Soulmate – Rahasia Mendapatkan Kekasih Idaman karya Santoso dan Andreas (2010: 102), sifat temperamental lahir karena kondisi atau situasi tertentu yang memengaruhi watak dasarnya, seperti beban masalah dan lain-lain.
Hal itulah yang kemudian menyebabkan manifestasi watak dasar itu mengalami perubahan atau perbedaan. Demikian, beberapa penyebab munculnya sifat temperamental pada manusia, antara lain:
Pengaruh lingkungan, seperti masalah pekerjaan, beban psikologis, dan lain-lain.
Pengaruh bawaan, seperti faktor genetik.
Pengaruh pola asuh, seperti sering melihat orang lain atau orang tua bertengkar semasa kecil.
Selain penjelasan tersebut, penyebab sifat temperamental pada manusia juga dapat terjadi karena faktor pembentuk kepribadian. Berikut adalah faktor-faktor penentu kepribadian seseorang menurut Psikolog yang mengutip dari laman Leverageedu.com (2022).
Fisik, yakni biologis atau keturunan.
Sosial, yakni komunitas tempat seseorang dibesarkan dan peran seseorang dalam komunitas tersebut.
Psikologis, yakni perilaku, emosi, dan pola pikir batin seseorang.
Intelektual, yakni nilai serta keyakinan diri seseorang.
Cara Mengatasi Sifat Temperamental pada Diri Sendiri
Setiap manusia memang memungkinkan untuk memiliki sisi temperamen dalam dirinya. Namun, setiap manusia perlu belajar untuk mengendalikan diri agar tidak terus-menerus memiliki sifat yang temperamental.
Pasalnya, kondisi diri yang mudah marah dapat mengacaukan suasana hati, pengambilan keputusan, bahkan interaksi sosial dengan sekitar. Berikut adalah beberapa cara yang dapat seseorang coba untuk mengatasi sifat temperamental.
Mengenal hal-hal yang membuat diri menjadi mudah marah.
Mengenal alasan diri menjadi mudah marah karena hal tersebut.
Menulis buku harian untuk mengungkapkan emosi dalam diri, baik sedih, senang, maupun marah.
Memperbaiki cara berkomunikasi dengan diri sendiri dan orang lain.
Mencoba untuk belajar memaafkan orang lain.
Mencoba untuk menjelaskan keinginan diri.
Melakukan konsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Sekian uraian singkat kali ini. Semoga dapat menjawab keingintahuan tentang penyebab sifat temperamental dan cara mengatasinya. (AA)
