3 Perbedaan Posesif dan Protektif agar Tidak Salah Menilai

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Posesif dan protektif kerap dikira sama. Padahal, keduanya memiliki konteks yang berbeda. Perbedaan posesif dan protektif dapat terlihat dari perilaku sang pelaku.
Istilah posesif dan protektif sendiri kerap dipakai dalam menggambarkan sosok pasangan, seperti pasangan posesif atau pasangan protektif. Untuk mengetahui lebih lanjut perbedaan posesif dan protektif, simak penjelasan di bawah ini.
Perbedaan Posesif dan Protektif
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, posesif adalah merasa menjadi pemilik atau mempunyai sifat cemburu. Sementara, protektif adalah bersifat melindungi.
Menurut buku Cinta Dalam Angka, sikap protektif masih boleh dilakukan, sementara sikap posesif sebaiknya dihindari agar hubungan tidak berubah menjadi hubungan toxic.
Setidaknya, ada 3 perbedaan posesif dan protektif yang perlu diketahui agar tidak salah dalam menilai keduanya. Berikut penjelasannya:
1. Membatasi vs Mengimbau
Pasangan yang posesif cenderung membatasi kegiatan pasangannya, seperti membatasi harus berteman dengan siapa atau pergi dengan siapa. Karena sikapnya tersebut, pasangannya menjadi tidak bebas dalam melakukan aktivitas.
Sedangkan, pasangan protektif biasanya hanya memberi imbauan atau saran kepada pasangannya namun tanpa melarangnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada pasangannya.
Sebagai contoh, pasangan protektif mungkin akan memberi saran kalau pergi ke tempat A harus lebih hati-hati karena banyak pencopet, namun mereka tidak sampai melarang pasangannya pergi ke tempat tersebut.
2. Curiga vs Percaya
Perbedaan posesif dan protektif lainnya dapat dilihat dari masalah kepercayaan. Pasangan posesif cenderung berburuk sangka atau mencurigai pasangannya, terutama ketika sedang berjauhan. Mereka mungkin akan menelepon berkali-kali karena takut pasangannya melakukan hal-hal yang tidak diinginkannya
Lain halnya dengan pasangan protektif. Mereka biasanya tidak berburuk sangka kepada pasangan karena telah menaruh rasa percaya kepadanya.
3. Mengatur vs Menuntun
Pasangan posesif cenderung mengatur kehidupan pasangan sesuai dengan kehendaknya, bukan disesuaikan dengan kebutuhan pasangannya. Hal ini kerap membuat pasangannya tidak bisa menjadi dirinya sendiri.
Sementara, pasangan protektif berusaha menuntun pasangannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, namun tidak ada unsur pemaksaan. (Tp)
