4 Cara Mengahadapi Orang Kolot Tanpa Perlu Ribut

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah kemajuan teknologi yang meningkat pesat, ada sebagian orang yang masih sukar menerima perubahan ini. Orang-orang tersebut masih terjebak dalam pola pikir yang kolot. Ada sejumlah cara menghadapi orang kolot tanpa perlu untuk ribut.
Pola pikir yang terlalu kaku ini ternyata bisa berdampak buruk pada hubungan interpersonal hingga profesional. Misalnya di dunia kerja, orang dengan pikiran kolot akan sulit bekerja sama dengan tim. Di sisi hubungan sosial, mereka kerap menyebabkan konflik karena tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.
Ketahui Cara Menghadapi Orang Kolot
Dikutip dari buku Perubahan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, Prof. Dr. Sudadio, M.Pd (2024:43), si kolot adalah orang yang paling terakhir mengadopsi inovasi. Keputusan yang dibuat biasanya berdasarkan apa yang dilakukan oleh generasi sebelumnya.
Orang-orang dengan pemikiran tersebut masih bisa ditemui baik di lingkungan keluarga, sosial hingga tempat kerja. Kadang kala ketika berhadapan dengan mereka perlu kesabaran untuk menghindari terjadinya konflik.
Berikut ini sejumlah cara menghadapi orang kolot tanpa perlu ribut yang perlu untuk diketahui.
1. Hindari Terpancing Emosi
Refleks umum ketika berhadapan dengan orang kolot yang tidak pernah mau mendengarkan pendapat adalah mudah tersulut emosi. Maka, hal pertama yang bisa dilakukan adalah menahan diri agar tidak terpancing emosi dan menghindari pertengkaran.
Coba tanamkan di pikiran, bahwa pemikiran orang kolot itu jauh di bawah lawan bicaranya. Kendati mereka kerap memancing emosi, hadapi dengan tenang dan bijaksana. Apabila sudah tidak tahan dengan tingkah mereka, sebaiknya pergi menjauh.
2. Jangan Terlalu Frontal dalam Menyampaikan Pendapat
Berhadapan dengan orang kolot memang menyebalkan. Seseorang akan merasa dikekang dalam setiap hal seperti tidak boleh melakukan hal-hal tertentu.
Walaupun berbeda pendapat dengan orang kolot, tapi hindari terlalu frontal dalam menyampaikan pendapat. Apalagi jika yang termasuk kolot ini adalah orang lebih tua. Coba ajak berdiskusi dan sampaikan pendapat dengan kalimat yang halus.
3. Memberikan Pemahaman
Orang yang berpikiran kolot karena tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang kondisi sekarang. Hal ini menyebabkan pemikiran mereka berdasarkan pada pemahaman lampau yang sudah tidak sesuai lagi dengan masa sekarang.
Oleh karena itu, coba memberikan pemahaman dengan bahasa yang sederhana pada mereka tentang hal-hal yang tidak mereka pahami dengan baik. Dengan harapan bahwa mereka bisa terbuka walaupun membutuhkan waktu.
4. Tidak Perlu Memaksakan untuk Berubah
Ketika berhadapan dengan orang kolot, ada keinginan untuk bisa mengubah pola pikirnya. Hal tersebut tidak salah, tapi tidak perlu terlalu memaksakan mereka untuk bisa berubah. Biarkan perubahan itu muncul seiring waktu.
Apabila pola pikirnya tidak merugikan orang lain, biarkanlah mereka seperti itu. Setiap orang butuh untuk dihargai, berikan mereka ruang untuk mengekspresikan pedapat selama masih dalam batas yang wajar.
Memang penting untuk mengevaluasi cara berpikir karena akan berpengaruh terhadap kehidupan. Sejumlah cara menghadapi orang kolot di atas bisa diterapkan tanpa perlu ada pertengkaran yang bisa menyebabkan hubungan sosial terputus. (RAN)
Baca juga: Mengenal Kepribadian Tipe A dan Lainnya yang Dimiliki Manusia
