Konten dari Pengguna

4 Cara Menghadapi Perilaku Breadcrumbing yang Ampuh

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menghadapi Perilaku Breadcrumbing. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menghadapi Perilaku Breadcrumbing. Sumber: Unsplash

Cara menghadapi perilaku breadcrumbing adalah hal yang harus diketahui bagi setiap orang.

Dikutip dari buku Berdamai dengan Trauma Batin, breadcrumbing merupakan istilah yang mengacu pada sebuah interaksi yang sengaja dilakukan untuk memberi rasa nyaman pada korban dan untuk mendapatkan reaksi dari korban supaya merasa membutuhkan pelaku.

Pelaku breadcrumbing memainkan perasaan korban dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada korban. Lantas, bagaimana cara menghadapinya?

Cara Menghadapi Perilaku Breadcrumbing yang Ampuh

Ilustrasi Cara Menghadapi Perilaku Breadcrumbing. Sumber: Unsplash

Berikut ini beberapa cara menghadapi perilaku breadcrumbing yang dapat diterapkan:

1. Memahami Tandanya

Cara menghadapi perilaku breadcrumbing yang pertama adalah memahami tanda-tanda breadcrumbing itu sendiri. Salah satu cirinya adalah mereka berperilaku tidak konsisten.

Mereka mungkin memberi kehangatan dan perhatian secara sporadis namun kemudian menghilang tanpa alasan jelas. Pelaku akan merespons pesan dengan jangka waktu lama atau bahkan tidak sama sekali. Selain itu, tak jarang mereka hanya muncul ketika membutuhkan sesuatu.

2. Fokus pada Diri

Ketika menjadi korban dari perilaku breadcrumbing, sebaiknya seseorang tidak terus menerus memikirkan alasan perilaku tersebut. Mereka lebih baik fokus kepada diri sendiri dengan menghabiskan waktu untuk melakukan minat atau hobi.

Ketika seseorang sudah fokus pada dirinya sendiri, mereka akan merasa lebih baik ketika menghadapi situasi breadcrumbing serta lebih mampu menarik perhatian seseorang yang lebih mampu menghargainya.

3. Batasan

Cara menghadapi perilaku breadcrumbing berikutnya adalah dengan menciptakan batasan yang sehat. Penting untuk menentukan apa yang dianggap sebagai perilaku yang tidak bisa diterima serta bertindak sesuai batasan tersebut.

Contohnya, ketika seseorang sering mengabaikan pesan, penting mempertimbangkan untuk membatasi interaksi dari orang tersebut. Bahkan tak ada salahnya untuk menghentikan hubungan tersebut sepenuhnya.

4. Inisiatif

Dalam berbagai kasus, korban breadcrumbing tak jarang sangat ingin menanyakan bagaimana kejelasan hubungan. Hal tersebut wajar saja mengingat sikap breadcrumbing yang terkesan menggantung.

Maka dari itu, segera tanya dengan tegas apakah mereka benar-benar serius menjalin hubungan atau hanya ingin sebatas teman. Meskipun mungkin jawabannya membuat kecewa, paling tidak sudah memberi kejelasan dan mempermudah untuk mengambil keputusan.

Itulah beberapa cara menghadapi perilaku breadcrumbing yang dapat diterapkan.(LAU)