4 Ciri-ciri Orang yang Merasa Bersalah Telah Menyakiti Orang Lain

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebanyakan orang akan merasa bersalah setelah membuat kesalahan atau telah menyakiti hati orang lain. Lalu bagaimana ciri-ciri orang yang merasa bersalah telah menyakiti orang lain?
Dalam psikologi hal ini bisa dilihat dari beberapa perilaku orang tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa simak pembahasan berikut ini.
Ciri-ciri Orang yang Merasa Bersalah
Rasa bersalah adalah emosi yang normal dan sehat yang menunjukkan bahwa seseorang peduli dengan orang lain dan ingin memperbaiki kesalahanya. Namun, terkadang rasa bersalah juga bisa berlebihan dan mengganggu.
Dikutip dari laman Verywellmind.com, ada beberapa ciri-ciri orang yang merasa bersalah telah menyakiti orang lain, di antaranya:
1. Sering Meminta Maaf
Orang yang merasa bersalah akan cenderung mengucapkan maaf berkali-kali kepada orang yang disakiti, bahkan saat orang tersebut sudah memaafkannya.
Ia merasa bahwa permintaan maaf tidak cukup untuk menebus kesalahannya.
2. Menghindari Komunikasi Secara Langsung
Orang yang merasa bersalah akan sulit untuk menatap mata orang yang disakiti, karena merasa malu dan tidak nyaman. Ia mungkin juga mengalihkan pandangan atau menundukkan kepala saat berbicara dengan orang tersebut.
3. Menarik Diri
Orang yang merasa bersalah akan merasa tidak layak untuk berinteraksi dengan orang lain, terutama dengan orang yang disakiti. Ia mungkin juga merasa tidak pantas untuk bersenang-senang atau menikmati hidup.
4. Menyalahkan Diri Sendiri
Orang yang merasa bersalah akan cenderung mengkritik dan merendahkan diri sendiri. Ia akan memikirkan hal-hal negatif tentang dirinya, seperti "Saya bodoh", "Saya jahat", atau "Saya tidak berguna".
Ia juga akan merasa bahwa dialah penyebab dari semua masalah dan penderitaan orang lain.
5. Mau Berkorban
Orang yang merasa bersalah akan berusaha untuk menebus kesalahannya dengan melakukan hal-hal yang baik untuk orang yang disakiti, seperti memberikan hadiah, membantu pekerjaan, atau melakukan hal-hal yang tidak disukai.
Ia juga mungkin bersedia untuk mengorbankan kepentingan atau kebahagiaannya sendiri demi orang lain.
Baca juga: Jenis-Jenis Platonic Relationship dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Jadi dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri orang yang merasa bersalah setelah menyakiti orang lain bisa dilihat dari perilakunya . (WWN)
