4 Perubahan Mental Pada Anak Laki-laki yang Memasuki Masa Puber

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan mental pada anak laki-laki yang memasuki masa puber merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, perubahan ini sering menimbulkan kebingungan dan tantangan sendiri bagi anak.
Selain itu, perubahan mental pada anak laki-laki sendiri kerap menjadi tantangan bagi para orang tua. Sebab, kebanyakan dari mereka akan berubah menjadi pemarah, pembangkang, dan pemberontak.
Sehingga, tak jarang masa pubertas menimbulkan jarak di antara orang tua dan anak. Untuk menghindari terjadinya hal ini, penting bagi orang tua untuk mengetahui ciri-ciri perubahan mental pada anak laki-laki yang baru memasuki puber.
4 Perubahan Mental Pada Anak Laki-laki Saat Puber
Dikutip dari Jurnal Konsumsi Junk Food dan Pubertas Dini milik Genoveva Maditias D.P, pubertas adalah masa transisi dari anak-anak ke dewasa, yang ditandai dengan munculnya sejumlah tanda seksual sekunder dan kemampuan untuk bereproduksi.
Pada anak laki-laki, masa pubertas dimulai pada usia 12 hingga 16 tahun. Di mana pada saat ini, anak laki-laki akan mulai mengalami perubahan fisik dan mental, yang disebabkan oleh lonjakan hormon. Berikut beberapa perubahan mental pada anak remaja laki-laki yang memasuki masa puber:
1. Selalu Merasa Bingung
Saat memasuki masa pubertas, anak laki-laki akan mulai mengalami perubahan mental, di mana ia selalu merasa bingung. Hal ini disebabkan perubahan yang terjadi secara tiba-tiba, sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman dalam diri anak.
Dalam kasus ini, orang tua perlu mendampingi dan menjelaskan padanya bahwa perubahan fisik dan mental merupakan hal yang wajar terjadi selama mereka mengalami pubertas.
2. Suasana Hati Mudah Berubah
Masa pubertas juga kerap membuat anak laki-laki menjadi lebih moody, mudah marah, sedih, dan frustasi tanpa alasan. Sebenarnya, hal ini wajar terjadi, karena anak sedang mengalami lonjakan hormon.
Akan tetapi, orang tua tetap perlu mendampingi dan mengawasi anak laki-laki yang sedang puber, agar tidak terjadi hal-hal buruk.
3. Merenggangnya Hubungan dengan Anak
Karena mengalami perubahan mental secara drastis, anak yang tadinya manja akan berubah menjadi pendiam dan suka menyendiri. Selain itu, kebanyakan dari mereka memilih untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman sebaya daripada dengan orang tua.
4. Krisis Identitas
Krisis identitas merupakan hal yang wajar terjadi ketika anak mengalami pubertas. Pada masa ini, mereka akan senang memberontak dan melawan orang tua, karena merasa sudah dewasa dan bisa mengambil keputusan sendiri.
Demikian penjelasan mengenai perubahan mental anak laki-laki ketika memasuki masa pubertas. Pada saat ini, peran orang tua sangat dibutuhkan, agar anak tetap merasa aman dan nyaman.
