5 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala agar Disiplin dan Bertanggung Jawab

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mendidik anak yang keras kepala agar disiplin dan bertanggung jawab merupakan ilmu parenting yang harus diketahui orang tua. Mendidik anak memang bukan perkara mudah. Jika salah langkah memiliki efek yang mengerikan untuk anak.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara mendidik anak yang keras kepala agar bertanggung jawab dan disiplin, simak uraian berikut ini.
Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala
Dikutip dalam buku Serial Parenting Praktis: Sukses Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Islam karya Wahyudi Al-fatih, mendidik anak adalah tugas yang berat bagi orang tua.
Lebih lanjut, Wahyudi berpendapat bahwa orang tua harus memberikan waktu sepenuhnya untuk anak-anaknya. Untuk itu, perlu ilmu dan persiapan agar anak bisa didik dengan benar dan tumbuh menjadi anak yang bertanggung jawab dan disiplin.
Berikut beberapa cara mendidik anak yang bisa dijadikan referensi untuk orang tua.
1. Membangun Koneksi yang Baik Dengannya
Anak yang keras kepala pasti memiliki sebab yang membuatnya bersikap seperti itu. Sebagai orang tua menyalahkan anak dan menuntutnya untuk berbuat baik bukanlah solusi. Yang ada mungkin anak akan semakin menunjukkan sikap kerasnya.
Solusi yang bisa diambil orang tua sebelum menghakimi anak yaitu melakukan pendekatan secara emosional. Seperti mengobrol santai dengan anak, mendengarkan ceritanya, menghargai setiap apa yang dilakukan, dan lain sebagainya.
Karena tidak sedikit anak yang keras kepala diakibatkan oleh keabaian orang tua terhadap kebutuhan-kebutuhan psikologis anak.
2. Memberikan Keteladanan
Buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Perumpaan tersebut menunjukkan makna apa yang diperbuat anak tidak juah berbeda dengan apa yang diperbuat oleh orang tuanya.
Supaya anak bisa lembut dan bersikap baik, sebelum meminta anak untuk melakukan hal tersebut, orang tua harus memberikan contoh terlebih dulu. Karena anak akan meniru apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar.
3. Menciptakan Rustinitas yang Baik di Rumah
Berdasarkan penelitian, rutinitas yang baik dipercaya bisa meminimalisir munculnya sikap keras pada anak.
Contoh rutinitas yang baik yaitu membuat jadwal istirahat yang harus dipatuhi oleh anak. Karena kurang tidur dan sering berpeluang cukup besar menimbulkan masalah perilaku pada anak, seperti keras kepala, susah diatur, dan lain sebagainya.
4. Melihat dari Perspektif Anak
Tidak sedikit orang tua yang sering menganggap benar pendapat dirinya dan sering menganggap salah pendapat anak. Merasa paling benar tersebut sering membutakan mata dan pikirannya untuk melihat kebenaran di luar dirinyaa.
Akhirnya, tidak sedikit anak yang merasa tidak diperhatikan oleh orang tuanya kemudian melakukan pemberontakan. Salah satunya yaitu dengan menunjukkan keras kepalanya.
5. Tetap Tenang
Tetap tenang yang dimaksud di sini yaitu ketika anak berbuat salah tidak perlu buru-buru memarahi atau membentakknya. Karena hal tersebut justru membuat anak semakin keras kepala, mengabaikan perintah, dan membangkang.
Solusi yang bisa dilakukan yaitu orang tua memberikan nasihat setelah anak dalam keadaan baik dan suasananya sudah kondusif.
Lima tips yang diuraikan di atas merupakan cara mendidik anak yang keras kepala agar disiplin dan bertanggung jawab yang bisa diterapkan orang tua dalam mengasuh anak. (DAI)
