5 Cara Menghadapi Orang yang Pura-Pura Baik dan Bermuka Dua

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang yang pura-pura baik atau bermuka terkadang ada di sekitar kita. Hal inilah yang membuat setiap individu harus paham tentang cara menghadapi orang yang pura-pura baik. Mufa dalam Munafik-Bermuka Dua menyebutkan bahwa orang yang pura-pura baik atau bermuka dua termasuk sebagai golongan orang munafik. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara menghadapi orang yang pura-pura baik, baca artikel ini sampai habis.
Cara Menghadapi Orang yang Pura-Pura Baik
Mengenal orang yang pura-pura baik kepada kita adalah suatu hal yang menyebalkan. Sebab, dirinya bisa membuat suatu kebohongan hanya demi kebaikannya. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa cara menghadapi orang yang pura-pura baik dan bermuka dua.
1. Tidak Memberi Toleransi
Salah satu cara menghadapi orang yang pura-pura baik adalah dengan tidak memberinya toleransi. Pasalnya, memberikan toleransi hanya membuatnya terus mengulangi kesalahan yang sama dan suka berbohong. Itulah mengapa, kita harus ketat kepada mereka dan tak memberikan toleransi agar mereka jera dengan sikapnya tersebut.
2. Menanggapi Secukupnya
Cara menghadapi orang yang pura-pura baik dan bermuka dua berikutnya adalah dengan menanggapi secukupnya. Sebab, saat kita menanggapi terus-menerus, dirinya akan merasa senang. Di sisi lain, kita justru merasa lelah karena terus-menerus menanggapinya. Untuk itu, sebaiknya respons secukupnya saja saat mengetahui dirinya tengah berbohong.
3. Mencari Tahu Faktanya
Cara menghadapi orang yang pura-pura baik dan bermuka dua selanjutnya adalah dengan mencari tahu fakta tentang apa yang diucapkan. Hal ini diperlukan untuk mencegah kita masuk ke dalam perangkapnya. Di sisi lain, saat kita mengetahui fakta yang ada kita bisa membantah ucapannya dan mengungkapkan hal yang benar.
4. Merekam Ucapannya
Cara menghadapi orang yang pura-pura baik dan bermuka dua lainnya adalah dengan merekam ucapannya. Sebab, ucapan orang bermuka baik umumnya tidak sesuai dengan tindakan. Hal ini membuat mereka gemar berbohong sesuka hati. Untuk itu, kita perlu merekam ucapannya dan menyampaikan padanya apabila ada ketidaksesuaian antara perkataan dan perbuatannya.
5. Memilih Topik Baru
Cara menghadapi orang yang pura-pura baik dan bermuka dua terakhir adalah kita perlu memilih topik baru dalam suatu komunikasi untuk menghentikan kebohongan dan rencana buruk yang tengah disiapkannya. Di lain sisi, saat membicarakan hal baru, orang yang pura-pura baik umumnya akan kesulitan bergabung dalam pembicaraan, sehingga bisa saja dirinya akan pergi. Demikian sederet informasi mengenai cara menghadapi orang yang pura-pura baik dan bermuka dua. [ENF]
