5 Cara Menghindari Pacaran dan Menjadi Jomlo Berkualitas

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu cara menghindari pacaran adalah menyusun rencana hidup ke depan untuk diri sendiri. Cara tersebut dapat membantu seseorang menghindari pacaran sebab menjadi lebih fokus pada diri sendiri dan tidak bergantung pada pasangan.
Selain menyusun rencana hidup ke depan, ada banyak cara untuk menghindari pacaran. Beberapa cara tersebut adalah mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, memanfaatkan waktu untuk kegiatan pengembangan diri, serta mengingat risiko pacaran.
5 Cara Menghindari Pacaran
Mengutip dari buku The World of Counselor: Graflit karya BKI ‘A 20 (2022: 179), pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga.
Namun, tidak semua orang berpacaran berakhir ke pernikahan. Pasalnya, banyak orang yang pacaran justru berakhir putus di tengah jalan, bahkan sebelum proses lamaran terjadi.
Selain itu, banyak juga pacaran yang membuat luka bagi hati seseorang. Oleh karena itu, tidak heran bila beberapa jomlo mencari cara menghindari pacaran agar tidak terjebak dalam hubungan yang membuat luka (salah).
Berikut adalah 5 cara untuk menghindari pacaran yang dapat setiap orang coba.
1. Mendekatkan Diri kepada Sang Pencipta
Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta merupakan cara penting untuk menguatkan keyakinan diri agar tidak berpacaran. Selain itu, interaksi dengan Sang Pencipta juga bisa membantu seseorang agar selalu bersikap baik dan terhindar dari zina.
2. Fokus Menyusun Rencana Hidup ke Depan
Ketika ingin menjadi jomlo yang berkualitas, seseorang perlu fokus menyusun rencana hidup ke depan. Rencana hidup itu dapat berupa pencapaian pendidikan, karier, target liburan, dan sebagainya.
3. Ikut Kegiatan Pengembangan Diri
Cara ketiga adalah mengikuti kegiatan pengembangan diri. Tujuan mengikuti pengembangan diri adalah agar diri mendapat pengetahuan baru dan dapat berkembang sehingga diri tidak hanya memikirkan pacar.
4. Mengingat Risiko dari Berpacaran
Cara keempat adalah mengingat risiko dari berpacaran. Contoh risiko berpacaran, yaitu:
Membuka pintu zina;
Membuka pintu maksiat;
Membuat diri cemas dengan kepastian hubungan;
Membuat diri merasa tidak nyaman karena melakukan hal yang dilarang oleh agama.
5. Mengingat bahwa Mengenal tidak Harus Pacaran
Cara kelima adalah mengingat bahwa mengenal calon pasangan tidak harus pacaran. Pasalnya, pacaran justru sering kali mengaburkan unsur perkenalan dengan unsur romansa yang semua.
Demikian dapat dipahami bahwa untuk menjadi jomlo yang berkualitas, seseorang dapat melakukan cara menghindari pacaran. Pasalnya, menjadi jomlo sampai menikah secara halal lebih dianjurkan dalam agama daripada pacaran. (AA)
