5 Ciri-ciri Mertua Ikut Campur yang Harus Dihindari

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri mertua ikut campur menjadi hal yang penting diketahui agar bisa segera diatasi.
Dikutip dari buku Haru Biru Mertua Menantu oleh Nagiga & Dian Ibung, hubungan menantu dengan mertua adalah suatu bentuk hubungan yang unik. Menantu merupakan anak baru orang tua sebab jalinan pernikahan anaknya dengan individu tersebut.
Sayangnya, tak jarang ada mertua yang ikut campur pada keluarga baru sang anak. Apa saja cirinya?
Ciri-ciri Mertua Ikut Campur yang Harus Dihindari
Berikut ini berbagai ciri-ciri mertua ikut campur:
1. Tidak Memberi Ruang
Mertua yang selalu ingin terlibat dalam rumah tangga sang anak cenderung tidak menghormati ruang pribadi sang anak dengan menantunya. Padahal, setiap orang yang sudah menikah tentu membutuhkan ruang tersendiri.
Mertua yang demikian tak jarang menuntut perhatian lebih agar keluarga sang anak mau menghabiskan akhir pekan bersamanya.
2. Menyalahkan
Ciri-ciri mertua ikut campur berikutnya adalah selalu menyalahkan apapun keputusan yang diambil menantu. Padahal mungkin keputusan itu sudah didiskusikan dengan anaknya atau pasangan sang menantu.
Bahkan, mertua dapat menyalahkan menantu hanya karena hal sederhana. Misalnya, cara memotong sayur atau bahkan make up dan cara berpenampilan sang menantu.
3. Sering Mengkritik
Sebenarnya, mertua yang memberi masukan pada menantu merupakan hal yang wajar dan baik apabila dilakukan dengan sikap yang positif. Sebaliknya, apabila dilakukan dengan kritikan berulang dan terkadang di depan banyak orang, tentu menjadi hal yang menyakitkan.
Selain mengkritik secara pedas, mertua juga cenderung meremehkan. Mereka tidak mau mendengar apapun yang dikatakan sang menantu. Bahkan jika menantu mencapai sesuatu, mertua tidak mau memberi pujian.
4. Ingin Tahu Masalah
Ciri-ciri mertua ikut campur berikutnya adalah selalu ingin tahu masalah yang terjadi dalam rumah tangga sang anak. Baik itu masalah keuangan sampai berapa jumlah anak yang ingin dimiliki.
Bahkan, mertua sering kali melibatkan diri dalam pengambilan keputusan dalam keluarga sang anak. Mereka merasa pendapatnya sangat penting untuk dipertimbangkan.
5. Tidak Menganggap Menantu
Sering kali mertua yang ikut campur selalu merasa ingin mengatur kehidupan rumah tangga sang anak. Bahkan, mereka sering tidak mau menganggap menantunya dalam acara penting keluarga.
Dampaknya, mereka mengatur kapan sang anak harus datang dan meluangkan waktu untuk mereka baik bersama sang menantu atau tidak.
Itulah sekilas pembahasan mengenai ciri-ciri mertua ikut campur.(LAU)
