5 Ciri-Ciri Posesif terhadap Pasangan dan Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memiliki pasangan adalah hal wajar bagi setiap orang. Namun, hal ini menjadi tidak wajar ketika kamu atau pasanganmu cenderung mengekang. Situasi tersebut termasuk ciri-ciri posesif.
Jufanny dan Girsang dalam penelitiannya berjudul Toxic Masculinity dalam Sistem Patriarki (Analisis Wacana Kritis Van Dijk dalam Film “Posesif”) menjelaskan bahwa posesif adalah sifat yang merasa jika sesuatu menjadi milik pribadi.
Munculnya sifat posesif yang berlebihan menyebabkan seseorang memiliki ruang gerak terbatas akibat terlalu dikekang. Lantas, bagaimana ciri-ciri posesif terhadap pasangan? Pantau terus artikel ini untuk menemukan jawabannya.
Ciri-Ciri Posesif Terhadap Pasangan
Sifat posesif bisa menjadi hal positif sekaligus negatif. Namun, posesif yang berlebihan akan menyebabkan seseorang merasa tertekan.
Sayangnya, tidak semua orang sadar jika dirinya posesif. Untuk itu, kamu perlu tahu apa saja ciri-ciri posesif terhadap. Adapun beberapa tanda posesif adalah sebagai berikut.
1. Memantau Tiada Henti
Apakah kamu pernah mendapati orang tua atau pasanganmu terus menelepon atau mengirimkan pesan untuk menanyakan keberadaanmu?
Apabila jawabannya adalah iya, berarti mereka memenuhi ciri-ciri posesif yang pertama. Seseorang yang posesif cenderung ingin mengetahui keberadaanmu dan siapa orang yang sedang bersamamu.
Dalam kasus yang parah, orang posesif bukan sekadar mengirimkan pesan atau telepon, tetapi juga bisa mematai-matai dan membuntutimu.
2. Mengatur Pergaulan
Ciri-ciri posesif berikutnya adalah sifat pasangan yang cenderung mengatur lingkup pergaulanmu. Niat sebenarnya baik, agar kamu tidak salah pergaulan. Sayangnya, cara yang dilakukan cenderung keliru.
Orang posesif sangat mudah merasa cemburu, sehingga untuk mengatasi rasa cemburunya, mereka ingin membatasi lingkup pergaulan pasangannya.
Dalam situasi yang parah, pasanganmu bisa saja meminta untuk memblokir kontak lawan jenis yang ada di daftar kontakmu atau bahkan melarangmu untuk bertemu mereka.
Hal ini tentu menjadikanmu berada dalam posisi tidak nyaman untuk menghadapi rekan-rekanmu.
3. Menyudutkan Pasangan
Ciri-ciri posesif berikutnya adalah menyudutkan pasangan. Orang posesif biasanya akan membuat pasangannya merasa bersalah dan terus mencoba mencari kesalahanmu.
Hal ini akan membuatmu terus meminta maaf dan kamu menjadi lebih mudah dikendalikan.
4. Mengkritik dan Menentang Pasangan
Ciri-ciri posesif berikutnya adalah seseorang akan terus menentang dan mengkritik pendapatmu. Hal ini adalah upayanya untuk bisa mengontrolmu.
Sebagus apapun pendapat yang kamu utarakan, pasanganmu akan mengkritik dan menentangnya. Dengan demikian, dia bisa lebih leluasa untuk mengontrolmu agar patuh pada pendapatnya.
5. Emosi Tidak Stabil
Biasanya, orang posesif memiliki emosi yang tidak stabil. Seseorang akan menjadi mudah marah dan tidak bisa mengontrol sikapnya.
Bukan hanya itu, pasanganmu juga bisa saja menambahkan berbagai ancaman kepadamu ataupun melakukan kekerasan fisik.
Cara Mengatasi Orang Posesif pada Pasangan
Posesif adalah sifat yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Untuk itu, kamu perlu mengatasinya agar emosi pasanganmu bisa lebih terkontrol dan tidak mengganggu kesehatan mentalmu.
Adapun beberapa cara mengatasi orang posesif adalah sebagai berikut.
Mencoba mengajak mereka berbicara dengan perlahan-lahan.
Mengakhiri hubungan dengan pasangan jika kondisi tersebut terus memburuk.
Berkonsultasi kepada profesional untuk mendapatkan saran.
Demikian informasi seputar ciri-ciri posesif terhadap pasangan dan cara mengatasinya. Sifat posesif yang berlebihan bukanlah hal sehat. Untuk itu, kamu perlu lebih berhati-hati dalam memilih pasangan. (ENF)
