Konten dari Pengguna

5 Ciri-Ciri Trauma Masa Kecil yang Perlu Diketahui Orang Tua

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri trauma masa kecil. Sumber: cottonbro studio/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri trauma masa kecil. Sumber: cottonbro studio/pexels.com

Apakah kamu tahu jika trauma masa kecil bisa berdampak pada kehidupan saat dewasa? Salah satu ciri-ciri trauma masa kecil yang mudah dikenali adalah munculnya reaksi negatif pada orang tertentu. Menurut Nurhayati dan Setyani dalam tulisannya yang berjudul Trauma Masa Anak-Anak dan Perilaku Agresif, trauma masa kecil adalah hal menakutkan dan berbahaya yang bisa terjadi pada anak usia 0 hingga 18 tahun. Lantas, apa saja ciri-ciri trauma masa kecil? Untuk mengetahui jawabannya, baca artikel berikut ini sampai tuntas.

Ciri-Ciri Trauma Masa Kecil

Ilustrasi ciri-ciri trauma masa kecil. Sumber: RODNAE Productions/pexels.com

Ada banyak ciri-ciri trauma masa kecil yang perlu dikenali oleh setiap orang tua. Adapun beberapa ciri-ciri trauma masa kecil adalah sebagai berikut.

1. Bereaksi Negatif Terhadap Orang Tertentu

Ciri-ciri trauma masa kecil yang pertama adalah munculnya reaksi negatif terhadap orang-orang tertentu. Apabila trauma yang terjadi akibat perilaku orang tua, maka reaksi negatif ini akan muncul saat berhadapan dengan orang tua atau orang-orang yang perilakunya serupa.

2. Bereaksi Tidak Sehat

Reaksi tidak sehat juga termasuk ciri-ciri trauma masa kecil saat seseorang berhadapan dengan situasi sulit. Hal itu disebabkan karena seseorang yang mengalami trauma cenderung tidak mampu mengelola emosi dengan baik. Akibatnya, saat beranjak dewasa, anak menjadi sulit menghadapi suatu hambatan.

3. Berperilaku Seperti Anak-Anak

Ciri-ciri trauma masa kecil berikutnya adalah kamu berperilaku seperti anak-anak, terutama saat mengalami stres. Pada umumnya, orang dewasa yang memiliki mental stabil cenderung mampu melakukan manajemen stres dengan baik. Lain halnya dengan orang-orang yang memiliki trauma masa kecil, mereka sulit mengontrol emosi, sehingga perilaku layaknya anak-anak bisa muncul saat sedang stres.

4. Gelisah pada Momen Tertentu

Ciri-ciri trauma masa kecil berikutnya adalah rasa gelisah yang muncul pada momen tertentu. Hal ini bisa terjadi karena adanya suatu pemicu. Misalnya ketika seseorang berada dalam ruang tertutup dan gelap, tengah berada di depan banyak orang, atau situasi-situasi tertentu.

5. Sulit Membangun Hubungan Sehat

Ciri-ciri trauma masa kecil yang terakhir adalah seseorang menjadi sulit untuk membangun hubungan sehat dengan orang lain. Hal ini terjadi karena trauma yang ditimbulkan oleh orang-orang di sekitarnya, sehingga saat bertemu dengan orang baru, seseorang menjadi sulit membangun hubungan. Nah, itulah sejumlah ciri-ciri trauma masa kecil yang banyak muncul saat seseorang tumbuh dewasa. Ciri-ciri tersebut perlu dikenali oleh orang-orang terdekatnya agar dapat bertindak dengan tepat. [ENF]