Konten dari Pengguna

5 Ciri-ciri Wanita yang Harus Ditinggalkan agar tidak Sakit Hati

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-ciri Wanita yang Harus Ditinggalkan. Sumber: Pexels.com/Andrea Piacquadio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-ciri Wanita yang Harus Ditinggalkan. Sumber: Pexels.com/Andrea Piacquadio

Ciri-ciri wanita yang harus ditinggalkan adalah yang melakukan perselingkuhan. Pasalnya, selingkuh merupakan tindakan yang seseorang lakukan secara sadar sebab ada waktu yang cukup bagi seseorang untuk memutuskan berselingkuh atau tidak.

Salah satu contoh adalah ketika dua orang lawan jenis yang sudah memiliki pasangan terlibat chatting, masing-masing orang itu memiliki pilihan untuk menghentikan. Selain berselingkuh, ciri wanita yang harus ditinggalkan adalah manipulatif dan posesif.

5 Ciri-ciri Wanita Harus Ditinggalkan

Ilustrasi Ciri-ciri Wanita yang Harus Ditinggalkan. Sumber: Pexels.com/Andrea Piacquadio

Ketika jatuh cinta, baik itu wanita maupun pria umumnya selalu memberi pemakluman kepada pasangan. Pemakluman itu seseorang lakukan dalam rangka menerima kekurangan pasangan.

Jika diri dan pasangan sama-sama mencoba saling menerima, itu adalah hal baik. Namun, jika hanya satu orang yang berusaha menerima dan memaklumi tanpa pasangan melakukan hal yang sama, itu perlu dipertimbangkan.

Seseorang perlu mempertimbangkan hal itu agar diri terhindar dari sakit hati . Berikut lima ciri-ciri wanita yang harus ditinggalkan yang perlu pria ketahui agar diri tidak terjebak dalam hubungan beracun.

1. Selingkuh

Mengutip dari buku Life is Beautiful 2 karya Pradiansyah (2013: 75), selingkuh adalah sebuah tindakan yang melanggar kesetiaan dan komitmen kepada orang lain. Selingkuh merupakan tindakan yang dilakukan secara sadar.

Ada banyak hal yang menjadikan selingkuh termasuk tindakan sadar, yakni:

  • Seseorang tidak mungkin lupa bahwa dirinya sudah memiliki pasangan;

  • Banyak cara untuk tidak merespons rayuan lawan jenis saat sudah memiliki pasangan; serta

  • Orang yang berselingkuh sadar melakukan komunikasi secara sembunyi-sembunyi.

Berdasarkan hal itu, seseorang perlu menyadari bahwa pasangan yang berselingkuh memang memiliki keinginan untuk selingkuh. Jika pelaku mengingkari bahwa dirinya selingkuh, seseorang dapat menyudahi hubungan agar diri tidak menjadi korban perselingkuhan lagi.

2. Manipulatif

Ciri kedua adalah manipulatif. Manipulatif merupakan perilaku yang memiliki sifat manipulasi, yakni memengaruhi perilaku, sikap, dan/atau pendapat seseorang tanpa orang tersebut menyadarinya.

Sikap manipulatif seseorang dapat membuatnya melakukan berbagai macam cara untuk membuat dirinya tampak benar, meskipun kenyataannya dirinya adalah pihak yang salah. Tindakan manipulatif dalam hubungan tentu tidak sehat sehingga perlu dihentikan.

3. Posesif

Ciri ketiga adalah posesif, yakni sifat merasa sangat memiliki. Jika seseorang terlalu posesif dengan pasangan, pasangannya dapat memiliki ruang gerak yang terbatas sehingga sulit untuk mengembangkan diri.

Jika terjadi secara terus-menerus tanpa ada diskusi, tindakan tersebut dapat membawa hubungan ke dalam hubungan yang beracun alias toksik. Oleh karena itu, jika pasangan sangat posesif dan tidak bisa diajak berdiskusi, seseorang perlu membuat keputusan.

4. Selalu Bohong

Ciri keempat adalah selalu berbohong. Kebohongan merupakan tindakan yang tidak terpuji sebab membuat seseorang mengucapkan hal yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Jika pasangan selalu berbohong dan diri mengetahui kebohongan itu terus-menerus terjadi, seseorang perlu berbicara dengan pasangan. Tujuannya, agar kebohongan itu tidak semakin burung dan berkembang menjadi perilaku manipulatif.

5. Hanya Menuntut

Ciri kelima adalah hanya menuntut. Hanya menuntut artinya seseorang hanya menuntut pasangan untuk memahaminya, mencintainya, dan semua hal yang berkaitan dengan dirinya saja.

Hubungan asmara merupakan ketersalingan. Jika yang satu sedih maka yang satu menghibur, begitu pun sebaliknya, bukan hanya menuntut dan ingin dimengerti sendiri.

Ketika menemui ciri-ciri wanita yang harus ditinggalkan, pria dapat memilih untuk berbicara dan berdiskusi terlebih dahulu. Tujuannya, agar mengetahui keputusan terbaik untuk hubungan tersebut. (AA)