5 Ciri Istri Bertahan karena Anak

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi sebagian orang, mempertahankan pernikahan demi anak dianggap sebagai pilihan yang tepat, meskipun hal itu terasa sangat menyakitkan. Salah satu alasan istri bertahan karena anak adalah agar kondisi mental anak tidak terganggu.
Namun, keputusan untuk tetap bertahan dalam pernikahan yang penuh penderitaan justru bisa berisiko bagi kesehatan mental anak saat mereka dewasa. Apakah anak-anak akan tetap merasa bahagia jika mereka melihat orang tua mereka tidak bahagia?
Ciri Istri Bertahan karena Anak
Mengutip dari buku Pernikahan Menurut Islam, Samsurizal, (2021:24), membangun keluarga harmonis adalah tugas kedua belah pihak dan harus mengerti hak dan kewajiban masing-masing. Baik suami maupun istri harus memiliki sifat pengertian, saling menyayangi, dan menghargai.
Oleh karena itu suami dan istri harus saling bekerja sama membina keluarga harmonis agar hidup bahagia dan bisa mengatasi berbagai permasalahan dalam keluarga. Namun tentu saja hal itu sulit dilakukan karena ada sebagian istri yang tidak bahagia dengan pernikahannya.
Namun istri tersebut tidak ingin berpisah karena ada anak. Berikut ini beberapa ciri istri bertahan karena anak walaupun berada di pernikahan yang menyakitkan.
Menerima berapa pun nafkah yang diberikan dari suami asalkan kebutuhan anak tetap terpenuhi.
Tidak peduli suami pergi kemana pun walaupun tanpa izin karena ada atau tidak semuanya tetap sama saja.
Takut mental anak terganggu sehingga tetap mempertahankan pernikahan.
Dingin dan cuek saat melayani suami karena menganggap itu kewajiban saja.
Lebih sering menghabiskan waktu bersama anak daripada suami.
Dampak Bertahan di Pernikahan yang Toksik
Memang tidak ada anak yang ingin orang tuanya berpisah namun hal tersebut bisa membahayakan mental anak hingga dewasa. Banyak yang percaya bahwa anak harus tumbuh di keluarga yang utuh walaupun pasangan tidak akur.
Hal ini agar anak memiliki kehidupan yang lebih baik. Padahal anak akan menderita karena melihat kedua orang tuanya tidak akur. Anak-anak cenderung meniru apa yang dilihat dari hubungan orang tuanya dan akan mempelajari hal yang salah tentang pernikahan.
Anak yang tumbuh di keluarga tidak akur akan menimbulkan berbagai macam gangguan seperti sulit mengendalikan emosi, mudah marah, dan berpikiran negatif.
Kelima ciri istri bertahan karena anak di atas menandakan bahwa pernikahan tersebut bisa membahayakan mental anak. Bertahan demi anak tidak membuatnya bahagia dan sebaliknya bisa menderita hingga dewasa. (GTA)
Baca Juga: 5 Ide Me Time Berdua Suami Istri supaya Selalu Harmonis
