Konten dari Pengguna

5 Ciri Pasangan Overprotektif dan Cara Menghadapinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri Pasangan Overprotektif. Sumber: Pexels.com/Ketut Subiyanto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri Pasangan Overprotektif. Sumber: Pexels.com/Ketut Subiyanto

Mengenal ciri pasangan overprotektif merupakan salah satu pemahaman penting bagi setiap orang sebelum menjalin hubungan asmara. Pemahaman tersebut termasuk penting karena dapat mencegah diri terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.

Salah satu ciri dari pribadi yang overprotektif adalah melarang pasangan untuk berteman dengan lawan jenis. Ciri tersebut dapat terjadi karena seseorang yang overprotektif umumnya memiliki perasaan takut kehilangan secara berlebihan.

Ketahui berbagai ciri pasangan overprotektif yang perlu diwaspadai beserta cara mengatasinya dalam ulasan berikut ini.

5 Ciri Pasangan Overprotektif

Ilustrasi Ciri Pasangan Overprotektif. Sumber: Pexels.com/Keira Burton

Overprotektif merupakan sikap yang seharusnya dihindari ada dalam hubungan, baik itu hubungan asmara, keluarga, maupun pertemanan. Walaupun secara bahasa protektif memiliki makna terkait melindungi, overprotektif tetap tidak dibenarkan.

Mengutip dari buku 101 Masalah Percintaan dan Bagaimana Mengatasinya karya Husnah (2022: 87), sikap overprotektif dan sifat posesif adalah sikap takut kehilangan secara berlebihan. Sikap tersebut dapat merugikan pasangan jika dilakukan secara berlebihan dan kasar.

Ada sejumlah ciri dari pribadi yang overprotektif terhadap pasangan. Berikut penjelasannya.

1. Sangat Cemburuan

Orang yang memiliki sikap overprotektif umumnya sangat takut kehilangan pasangan.

Oleh karena itu, orang overprotektif sering kali memiliki sikap yang sangat cemburuan, baik itu kepada teman, sahabat, maupun saudara dari pasangan.

2. Sering Menginterogasi

Orang yang protektif sering kali mengajukan banyak pertanyaan kepada pasangan, terutama setelah pasangan berinteraksi dengan lawan jenis.

Hal itu terjadi karena adanya rasa cemburu dan rasa ingin tahu tentang hubungan pasangan dengan lawan jenis tersebut.

3. Melarang Berteman dengan Lawan Jenis

Orang yang protektif biasanya juga melarang pasangan untuk berteman dengan lawan jenis. Orang tersebut dapat membuat banyak alasan untuk mencegah interaksi pasangan dengan lawan jenis, sekalipun itu adalah urusan pekerjaan yang genting.

4. Selalu Memeriksa Ponsel Pasangan

Rasa cemburu, ingin memiliki, dan melindungi secara berlebihan sering kali membuat orang yang overprotektif gemar memeriksa ponsel.

Salah satu alasan tindakan tersebut adalah memastikan bahwa tidak ada hal yang ditutupi oleh pasangan.

5. Selalu Mengatur Pasangan

Ciri yang kelima adalah selalu mengatur pasangan dalam berbagai macam bidang. Misalnya, mengatur orang yang boleh ditemani atau tidak, mengatur pakaian pasangan secara berlebihan, mengatur jadwal pasangan secara ketat, dan lain-lain.

Cara Menghadapi Pasangan Overprotektif

Ilustrasi Ciri Pasangan Overprotektif. Sumber: Pexels.com/Alex Green

Sikap pasangan yang over protektif bisa saja mengganggu bagi kebanyakan orang. Ketika hal itu terjadi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi pasangan overprotektif, antara lain:

  • Melakukan percakapan terbuka dengan kepala yang dingin. Percakapan tersebut diperlukan untuk saling mengungkapkan perasan dan mencari solusi dari sikap overprotektif.

  • Menentukan batasan terhadap perasaan cemburu, yakni menjelaskan hubungan diri dengan orang-orang yang membuat pasangan cemburu. Kemudian, memberi penjelasan tentang hal-hal yang dapat dicemburui dan tidak kepada pasangan.

  • Ungkapkan cinta kepada pasangan untuk membuatnya yakin. Hal itu diperlukan karena banyak orang overprotektif merasa dirinya hanya mencintai pasangan sendirian atau merasa pasangan tidak begitu mencintainya.

  • Perkenalkan pasangan ke lingkungan sekitar, baik itu teman, sahabat, rekan kerja, maupun keluarga. Tujuannya agar pasangan memahami hubungan yang terjadi antara diri dengan orang lain secara lebih jelas.

Jika segala upaya telah dilakukan dan tidak menemukan solusi, menyudahi hubungan dapat menjadi solusi terbaik. Terlebih lagi, jika hubungan masih di tahap pendekatan atau pacaran.

Demikian pembahasan mengenai ciri pasangan overprotektif yang perlu diwaspadai.

Umumnya, seseorang dapat mempunyai sifat overprotektif karena ia merasa takut kehilangan, cemburu, serta memiliki kontrol terhadap pasangan secara berlebihan. (AA)