5 Ciri Sindrom Peter Pan yang Penting Diwaspadai dan Cara Mengobatinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai ciri Sindrom Peter Pan yang bisa ditemukan dalam diri seseorang, seperti memiliki sifat kekanakan dan menghindari konflik.
Menurut buku The Art of Medicine karya Dr. Dito Anurogo, Sindrom Peter Pan atau yang dikenal dengan SPP adalah bagian dari kelompok psikotik yang pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Dan Kiley dalam karyanya yang berjudul The Peter Pan Syndrome: Men Who Have Never Grown Up.
Untuk mengetahui ciri Sindrom Peter Pan lainnya, simak uraian di dalam artikel berikut.
Ciri Sindrom Peter Pan
Berikut adalah beberapa ciri Sindrom Peter Pan pada diri seseorang.
1. Memiliki Sifat Kekanak-Kanakan
Ciri Sindrom Peter Pan pertama, yaitu memiliki sifat kekanak-kanakan. Orang yang mengalami Sindrom Peter Pan tidak bisa menjalankan kewajiban atau tugas-tugas yang diberikan secara sempurna.
Menurut penjelasan dari psikiater anak, Gauri Kaurana, M.D, orang dengan gejala ini cenderung mengandalkan orang lain untuk menjaga dan merawat dirinya.
2. Tidak Tertarik Pada Perkembangan Diri
Orang yang mengalami Sindrom Peter Pan dalam kehidupan yang dijalani tidak menunjukkan perubahan atau perkembangan ke arah yang lebih baik. Ia merasa tidak ada yang salah dengan kehidupannya sehingga cenderung tidak berfikir untuk melakukan perubahan.
3. Sulit Membuat Keputusan
Rata-rata orang dewasa mampu membuat keputusan untuk dirinya atau hal-hal yang membutuhkan keputusan dirinya.
Sementara orang yang mengalami Sindrom Peter Pan tidak dapat melakukan hal ini. Bahkan selalu menghindar ketika diminta untuk memberikan keputusan.
Mereka takut keputusan yang diambil itu dipandang negatif oleh orang. Karena itu, ia kerap mengambil langkah aman untuk menjadi orang yang dipimpin dan mengikuti keputusan dari orang lain.
4. Menghindari Konflik
Orang dengan gangguan sindrom peter pan memiliki kematangan emosional seperti anak-anak. Ketika ada konflik atau permasalahan mereke cenderung lari dari realita.
5. Bermasalah dengan Rencana Jangka Panjang
Sindrom Peter Pan merasa sulit untuk membentuk hubungan dalam jangka panjang, baik dalam bentuk hubungan platonis maupun hubungan romantis. Sederhananya, mereka mengalami kesulitan untuk menjalin komitmen dengan orang lain.
Cara Mengobati Sindrom Peter Pan
Cara mengobati Sindrom Peter Pan bisa dilakukan dengan cara terapi kepsikolog.
Tujuannya agar ia segera mendapat diagnosis serta penanganan yang tepat terhadap kondisinya.
Itulah penjelasan mengenai ciri Sindrom Peter Pan beserta cara mengobatinya. (DAI)
