Konten dari Pengguna

5 Contoh Anchoring Bias yang Penting Diketahui

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh anchoring bias. Foto: Kasjan Farbisz/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh anchoring bias. Foto: Kasjan Farbisz/Pixabay

Contoh anchoring bias sangat banyak. Ini juga dikenal sebagai jebakan relativitas. Dengan kata lain, kecenderungan terlalu mengandalkan informasi yang sudah ada atau informasi pertama yang ditemukan sewaktu hendak mengambil keputusan.

Berikut beberapa contoh anchoring bias yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenal Beragam Contoh Anchoring Bias

Ilustrasi contoh anchoring bias. Foto: Pexels/Pixabay

Seperti dilansir psychology.binus.ac.id, anchoring bias atau bias jangkar merupakan bias kognitif yang mengacu kepada kecenderungan seseorang untuk mengandalkan informasi pertama yang diterima tatkala membuat sebuah keputusan.

Sikap ini kerap kali menciptakan manipulasi proses berpikir. Lantas, apa saja contoh anchoring bias? Berikut ulasannya.

1. Menu Restoran

Ketika kita memasuki restoran atau kafe, biasanya menu-menu dengan harga terendah dicantumkan terlebih dulu. Tujuannya adalah untuk memberikan kesan bahwa harga makanan maupun minuman di restoran tersebut cukup terjangkau.

Selain itu, banyak juga restoran yang memberikan penawaran “spesial hari ini” yang biasanya berupa sajian yang tidak tahan lama atau akan rusak. Pihak restoran menjual makanan tersebut atau dibuat menjadi hidangan baru berlabel “spesial.”

2. Kesan Pertama

First impressions amat menentukan kesan positif jangka panjang. Oleh sebab itu, orang cenderung akan menampilkan yang terbaik di pertemuan pertama sebab inilah momen yang menentukan jangkar untuk interaksi di masa depan.

Jadi, bila kita mampu memberikan kesan yang baik pada pertemuan pertama, maka seseorang akan mempunyai kesan positif seterusnya terhadap kita.

3. Batasan Pembelian

Membuat batasan pembelian dapat mendorong seseorang untuk membeli beberapa item dari suatu produk, menimbulkan kesan barang tersebut istimewa, persediaan terbatas, dan bakal diserbu oleh para pembeli.

Ini merupakan strategi toko agar barang tersebut meningkat penjualannya. Tak hanya itu, supermarket juga kerap memberikan batas waktu penawaran barang supaya orang tertarik untuk membeli saat itu juga.

4. Memilih Pemimpin

Tatkala kita memilih A sebagai pemimpin karena rasa simpati dan suka, lalu ada orang yang berbeda pendapat, kemungkinan kita akan membenci atau tak suka kepada orang tersebut.

Lantas kita jadi berpikir tidak rasional, sebab cenderung mengabaikan segala informasi negatif yang tidak menyenangkan terkait pemimpin pilihan kita.

5. Guru yang Bersikap Ketat di Awal Tahun

Seorang guru dapat menggunakan bias penahan dengan bersikap ketat di awal tahun ajaran guna menetapkan standar atau norma untuk siswa.

Dari sini, jangkar siswa terhadap perilaku yang diharapkan akan sangat tinggi. Jadi, saat guru memberi keringanan kecil di akhir tahun, siswa akan merasa itu hal yang menyenangkan dan keren.

Demikian beberapa contoh anchoring bias serta penjelasannya. Kita bisa menemukan atau bahkan mencoba menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari apabila merasa membutuhkan. (DN)