Konten dari Pengguna

5 Contoh Dukungan Emosional yang Mampu Menguatkan Mental

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh dukungan emosional. Foto: Becca Tapert/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh dukungan emosional. Foto: Becca Tapert/Unsplash

Terdapat bermacam contoh dukungan emosional yang dapat menguatkan mental seseorang. Misalnya, menjadi teman cerita yang baik dan memberikan pujian. Dukungan emosinal seperti ini membuat orang yang menerimanya merasa dicintai dan lebih kuat.

Lalu, apa lagi contoh dukungan emosional yang lain? Simak ulasannya di bawah ini.

Contoh Dukungan Emosional

Ilustrasi contoh dukungan emosional. Foto: Priscilla Du Preez ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ฆ/Unsplash

Mengutip situs yankes.kemkes.go.id, dukungan sosial disebut sebagai faktor penting pereda persoalan mental. Beberapa jenis dukungan sosial antara lain dukungan informasional, dukungan instrumental, dukungan penghargaan, serta dukungan emosional.

Dukungan emosional merupakan dukungan dari ekspresi, seperti empati, perhatian, hingga keprihatinan, yang berdampak positif bagi penerima dukungan.

Seseorang akan menjadi lebih tentram, nyaman, merasa dimiliki, serta dicintai saat mengalami stres. Dukungan ini juga bisa dianggap sebagai pemberian bantuan dalam bentuk kehangatan personal, cinta, serta semangat.

Berikut ragam contoh dukungan emosional yang bisa diterapkan untuk menguatkan seseorang yang sedang dirundung duka.

1. Memberi Pujian

Memuji seseorang di depan umum menjadi salah satu wujud dukungan emosional yang mampu membuatnya merasa nyaman dan lebih percaya diri.

Tidak hanya itu, orang tersebut pun akan merasa bahagia serta berharga ketika menerima pujian.

2. Menjadi Pendengar yang Baik

Setiap orang senang bercerita, tetapi tidak semua mampu menjadi pendengar yang baik.

Padahal mendengarkan cerita seseorang secara mendalam adalah bentuk dari dukungan emosional yang mampu menguatkan hati.

Di samping mendengarkan, sesekali kutiplah ucapan lawan bicara sebagai tanda kepedulian.

3. Menghargai Perasaan Orang Lain

Menghargai perasaan orang lain sangat penting dilakukan. Ketika orang terdekat sedang sedih, tertimpa masalah, mengalami kehilangan, atau kekecewaan, beri tahu mereka bahwa kita akan selalu ada dan memberi dukungan.

Namun, tidak perlu memaksa apabila mereka belum siap bercerita. Beri ruang untuk menenangkan diri agar dapat kembali berpikir jernih.

4. Hindari Memberi Nasihan Tanpa Diminta

Tak perlu memberi nasihat bila tidak diminta. Hal ini dikarenakan terkadang orang hanya ingin didengarkan saja. Jika berniat memberi nasihat atau solusi atas suatu permasalahan, tunggu sampai mereka memintanya lebih dulu.

5. Tidak Menghakimi

Tidak ada orang yang suka dihakimi. Hindari pula pertanyaan yang membuat orang lain tersudut atau merasa disalahkan.

Pastikan untuk menyampaikan sesuatu dengan nada bicara yang penuh empati. Perilaku mengakimi justru bisa memperburuk keadaan.

Demikian beberapa contoh dukungan emosional yang dapat dilakukan untuk menguatkan mental orang lain.

Kendati tidak sepenuhnya menghilangkan perasaan sedih dan luka, setidaknya kita berusaha untuk mengikis kesedihan sebagai bentuk kepedulian serta kasih sayang. (DN)