Konten dari Pengguna

5 Contoh Ekspektasi dalam Hubungan Cinta yang Perlu Dikelola

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh ekspektasi dalam hubungan. Sumber: Thomas Ward/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh ekspektasi dalam hubungan. Sumber: Thomas Ward/pexels.com

Memiliki ekspektasi saat menjalin hubungan cinta adalah suatu hal yang wajar. Akan tetapi, jika berlebihan, hal ini justru dapat mengecewakan. Salah satu contoh ekspektasi dalam hubungan yang perlu dikelola adalah mendambakan hubungan harmonis.

Jasintha dan Pranawukir dalam Membina Hubungan Harmonis dalam Keluarga melalui Komunikasi Efektif menyampaikan bahwa hubungan harmonis tidak akan tercapai apabila kedua pasangan tidak mempunyai usaha yang sama.

Untuk mengetahui beberapa contoh ekspektasi dalam hubungan asmara, simak dalam penjelasan berikut.

Contoh Ekspektasi dalam Hubungan

Ilustrasi contoh ekspektasi dalam hubungan. Sumber: Tan Danh/pexels.com

Dalam menjalin hubungan jangka panjang, memiliki ekspektasi termasuk hal penting. Pasalnya, ekspektasi yang realistis dapat membantu mencapai hubungan sehat.

Sayangnya, banyak orang memberikan ekspektasi berlebihan dalam hubungannya, sehingga berakhir kecewa. Adapun beberapa contoh ekspektasi dalam hubungan cinta yang perlu dikelola adalah:

1. Mendambakan Hubungan Harmonis

Salah satu contoh ekspektasi dalam hubungan adalah menginginkan hubungan yang selalu harmonis. Hal ini tentu adalah harapan setiap orang ketika menjalin suatu hubungan, baik pacaran maupun pernikahan.

Sayangnya, banyak orang pula yang mendambakannya, tetapi tidak mempraktikkannya. Hal itu tentu bisa merugikan hubungan. Maka dari itu, kamu perlu mengimbanginya dengan membangun upaya yang sama besarnya dengan pasangan, sehingga tercipta hubungan harmonis.

2. Keintiman

Contoh ekspektasi dalam hubungan selanjutnya adalah terkait keintiman. Bagi pasangan yang sudah menikah, berekspektasi terkait keintiman bersama suami atau istri adalah hal wajar.

Namun, agar tidak disalahpahami, hal ini perlu sering didiskusikan bersama. Selain itu, sesama pasangan harus selalu terbuka dan membangun rasa percaya. Dengan begitu, kesalahpahaman dapat dihindari.

3. Uang

Bagi setiap pasangan, khususnya yang sudah menikah, uang adalah masalah rumah tangga yang paling rentan menimbulkan pertikaian. Hal ini juga memengaruhi gaya hidup satu sama lain.

Banyak pasangan yang memiliki ekspektasi terkait gaya hidup mewah dan memperoleh kekuasaan. Namun, apabila tidak tercapai, ekspektasi tersebut hanya memberikan rasa kecewa.

Maka dari itu, masalah keuangan ini perlu selalu didiskusikan dengan pasangan setidaknya per bulan melalui evaluasi. Dengan begini, hubungan akan tetap harmonis.

4. Saling Melengkapi

Contoh ekspektasi dalam hubungan cinta lainnya adalah saling melengkapi satu sama lain. Ekspektasi ini diperlukan jika menginginkan hubungan langgeng sampai menikah. Pasalnya, setiap individu tentu mempunyai karakteristik yang berbeda.

Maka dari itu, untuk melanggengkan hubungan, setiap pasangan harus menghindari keinginan untuk lebih dominan atau menonjol. Sebab, hal ini membuat ekspektasi tersebut sulit untuk tercapai.

5. Peran sebagai Pasangan

Contoh ekspektasi dalam hubungan yang terakhir adalah terkait peran sebagai pasangan. Dibandingkan harus fokus dengan kekurangan pasangan, sebaiknya hormati sisi baik dari pasangan.

Selain itu, diskusikan pula peran apa yang dapat kamu lakukan sebagai pasangan agar dapat saling berbagi tanggung jawab. Cara ini diperlukan untuk membangun hubungan yang lebih sehat.

Demikian penjelasan seputar contoh ekspektasi dalam hubungan cinta. [ENF]