Konten dari Pengguna

5 Contoh Tindakan Orang Narsistik saat Putus Cinta

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tindakan orang narsistik saat putus cinta, sumber foto: unsplash.com/Travis Grossen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tindakan orang narsistik saat putus cinta, sumber foto: unsplash.com/Travis Grossen

Putus cinta adalah salah satu pengalaman yang paling menyakitkan dalam hidup. Namun, bagaimana jika orang yang dicintai ternyata memiliki kepribadian narsistik? Apa tindakan orang narsistik saat putus cinta?

Ada beberapa tindakan yang biasanya akan dilakukan orang yang memiliki kepribadian ini saat putus cinta. Tindakan tersebut biasanya sangat mencerminkan kepribadian yang mereka miliki.

5 Tindakan Orang Narsistik saat Putus Cinta

Ilustrasi tindakan orang narsistik saat putus cinta, sumber foto: unsplash.com/Eric Ward

Sebelum membahas mengenai tindakan orang narsistik saat putus cinta, sebaiknya memahami lebih dulu apa yang dimaksud dengan orang yang narsistik.

Dikutip dari buku Kepemimpinan Efektif karya Husain Usman, (2019) kepribadian narsistik adalah orang yang merasa dirinya sangat penting dan harus mendapatkan semua perhatian orang lain.

Mereka tidak peduli dengan perasaan atau kebutuhan orang lain, dan hanya fokus pada diri sendiri. Orang narsistik juga cenderung merendahkan, menghina, atau bahkan menyalahgunakan pasangannya agar merasa superior.

Saat putus cinta, orang narsistik tidak akan mudah menerima kenyataan. Mereka akan berusaha mempertahankan hubungan dengan berbagai cara, bahkan yang tidak sehat atau merugikan. Berikut beberapa contoh tindakan orang narsistik saat putus cinta.

1. Hoovering

Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku orang narsistik yang berusaha menjangkau mantan pasangannya dengan berbagai alasan, seperti meminta maaf, mengaku rindu, atau menawarkan bantuan.

Tujuannya untuk mengendalikan dan memanipulasi mantan pasangan agar kembali bersama mereka.

2. Menyalahkan

Orang narsistik tidak akan mengakui kesalahan atau kekurangan mereka sendiri. Mereka akan menyalahkan mantan pasangan atas segala masalah yang terjadi dalam hubungan.

Mereka juga akan mencari-cari kesalahan mantan pasangan dan menggunakannya sebagai alasan untuk membenarkan tindakan mereka.

3. Mengancam

Orang narsistik akan menggunakan ancaman untuk membuat mantan pasangan takut atau bersalah. Ancaman bisa berupa fisik, emosional, atau finansial.

Misalnya, mereka bisa mengancam untuk menyakiti diri sendiri, mantan pasangan, atau orang-orang yang dekat dengan mantan pasangan. Mereka juga bisa mengancam untuk merusak reputasi, karier, atau harta benda mantan pasangan.

4. Menghujat

Orang narsistik akan mencoba merusak citra mantan pasangan di mata orang lain. Mereka akan menyebarkan gosip, fitnah, atau kebohongan tentang mantan pasangan kepada keluarga, teman, atau kolega.

Mereka juga akan mencoba menjatuhkan kepercayaan diri atau harga diri mantan pasangan dengan mengkritik atau mengejek penampilan, kemampuan, atau prestasi mereka .

5. Mengabaikan

Orang narsistik akan berpura-pura tidak peduli dengan mantan pasangan dan tidak memberikan respons apapun kepada mereka.

Mereka akan menghapus kontak, blokir media sosial, atau bahkan pindah tempat tinggal tanpa memberitahu mantan pasangan. Tujuannya adalah untuk membuat mantan pasangan merasa tidak penting, tidak dihargai, atau tidak dicintai.

Baca juga: 4 Cara Cek Love Language yang Wajib Dipahami

Itulah beberapa contoh tindakan orang narsistik saat putus cinta, tindakan tersebut cenderung negatif. Jadi harus berhati-hati ketika memiliki pasangan dengan kepribadian narsistik. (WWN)