5 Dampak Buruk Silent Treatment dalam Hubungan Percintaan

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Silent treatment biasanya terjadi saat sepasang kekasih bertengkar dan mereka akan menolak untuk berbicara satu sama lain. Cara silent treatment ini ternyata memberikan dampak buruk dalam hubungan. Lantas, apa dampak buruk silent treatment?
Untuk penjelasan lebih lanjut, pahami artikel di bawah ini!
Dampak Buruk Silent Treatment
Christy MS dalam buku berjudul Toxic Relationship Free: Ketika Hubungan Meracuni Masa Depan, Apa yang Harus Dilakukan? menjelaskan bahwa cekcok dalam hubungan tidak akan pernah bisa dihilangkan.
Saat menghadapi pertengkaran, ada orang yang menerapkan silent treatment kepada pasangannya. Silent treatment yang dilakukan bukannya memberikan dampak yang baik, melainkan memberikan dampak negatif bagi hubungan percintaan itu sendiri.
Berikut adalah beberapa dampak buruk dari silent treatment:
1. Meningkatkan Konflik dalam Hubungan
Orang yang selalu diam dan tidak berkomunikasi secara rutin dengan pasangannya bisa memunculkan konflik besar dalam hubungan.
Kenapa demikian? Hal ini terjadi karena tidak adanya komunikasi akan membuat pelaku dan korban silent treatment sulit memahami kondisi masing-masing.
2. Rasa Percaya Diri Semakin Menurun
Memperlakukan pasangan dengan silent treatment membuat pasangan merasa tidak dihargai. Korban silent treatment akan merasa dirinya tidak penting dan tidak dibutuhkan. Kemudian, ia juga akan ragu dan insecure dengan dirinya sendiri.
3. Mempunyai Komunikasi Buruk
Memilih diam dan tidak berbicara dengan pasangan bisa membuat komunikasi semakin buruk. Pelaku silent treatment cenderung ingin dimengerti, namun tanpa adanya komunikasi korban silent treatment tidak mengerti apa yang pelaku inginkan.
4. Menimbulkan Stres
Silent treatment bisa membuat hubungan semakin berantakan karena akan muncul berbagai konflik, baik yang kecil maupun besar, dalam hubungan. Jika tidak diatasi dengan baik, hal ini akan menjadi bom waktu, bahkan bisa mengakibatkan perceraian.
Dari sinilah korban silent treatment akan merasakan stres. Apabila tidak mendapatkan supporting system yang baik, kondisi ini akan membuat orang tersebut menyerah.
5. Rentan Mengalami Fibromyalgia
Korban silent treatment bisa mengalami fibromyalgia atau kondisi yang meningkatkan sensasi rasa menyakitkan. Gangguan ini dapat ditandai dengan gangguan tidur yang terjadi terus-menerus, suasana hati yang semakin tidak karuan, dan gangguan memori pengingatan.
Fibromyalgia biasanya muncul pada diri seseorang setelah menjadi korban trauma yang kuat. Kondisi ini dapat dialami siapa pun. Tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak.
Demikianlah pembahasan tentang dampak silent treatment dalam hubungan. Semoga membantu! (Ek)
