Konten dari Pengguna

5 Dampak Interaksi Sosial Disosiatif beserta Contohnya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Dampak Interaksi Sosial Disosiatif. Sumber: Mikhail Nilov/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dampak Interaksi Sosial Disosiatif. Sumber: Mikhail Nilov/Pexels.com

Interaksi sosial disosiatif bisa memicu konflik dalam hubungan bermasyarakat.

Umumnya, konflik dapat terjadi sebab perbedaan tujuan individu dengan kelompok atau perbedaan kepribadian. Hal ini memunculkan dampak interaksi sosial disosiatif yang bisa merusak suatu hubungan.

Untuk lebih memahami tentang dampak interaksi sosial disosiatif beserta contohnya, simak dalam ulasan berikut ini.

Dampak Interaksi Sosial Disosiatif

Ilustrasi Dampak Interaksi Sosial Disosiatif. Sumber: cottonbro studio/Pexels.com

Drs. Andreas Soeroso, M.S. dalam buku berjudul Sosiologi 1 SMA Kelas X menjelaskan bahwa interaksi sosial disosiatif merupakan situasi ketika hubungan antar individu maupun kelompok sifatnya tidak seimbang (konfrontatif).

Interaksi sosial disosiatif yang terus berlangsung dapat memunculkan berbagai dampak, sebagai berikut.

1. Ketegangan

Interaksi sosial disosiatif dapat menciptakan ketegangan hingga stres, baik pada individu maupun kelompok yang berkaitan.

Munculnya konflik bisa memicu perasaan cemas, marah, serta tidak nyaman. Hal ini akan memengaruhi kesehatan mental seseorang atau kelompok.

2. Hubungan Rusak

Interaksi sosial disosiatif dapat membuat hubungan antar individu atau kelompok menjadi rusak. Adanya konflik yang berkelanjutan mengakibatkan isolasi sosial atau putusnya hubungan bermasyarakat.

3. Muncul Rasa Tidak Saling Percaya

Konflik yang muncul mengakibatkan rasa saling tuduh, curiga, dan membuat antar individu atau kelompok tidak percaya lagi satu sama lain.

Hal ini semakin menyulitkan terjadinya kerja sama serta kesepakatan antar individu atau kelompok di kemudian hari.

4. Muncul Ketidakstabilan

Konflik yang terjadi mengakibatkan ketidakstabilan situasi, baik sosial maupun politik.

Jika terjadi terus-menerus, hal ini bisa memengaruhi stabilitas sosial, terutama yang berkaitan dengan konflik politik dan etnis.

5. Hilangnya Sumber Daya

Adanya konflik bisa menghabiskan sumber daya, karena dalam menangani konflik memerlukan sumber daya. Dampaknya tentu sangat merugikan kelompok, individu, serta masyarakat secara menyeluruh.

Contoh Interaksi Sosial Disosiatif

Inilah beberapa contoh interaksi sosial disosiatif yang terjadi di masyarakat.

1. Bullying

Fenomena bullying adalah salah satu bentuk interaksi sosial disosiatif yang bisa terjadi pada individu.

Hal ini terjadi saat kelompok atau individu melakukan tindakan mengejek, melukai, dan merendahkan secara fisik atau verbal individu lain.

2. Konflik Antar Kelompok

Konflik yang terjadi antar kelompok bisa terjadi karena perbedaan yang mencolok, misalnya tentang agama, ideologi politik, hingga etnis.

Sebagai contoh, diskriminasi antara ras kulit putih terhadap ras kulit hitam yang terjadi di Amerika Serikat.

3. Orang tua yang Bercerai

Perceraian yang terjadi dalam suatu keluarga adalah salah satu contoh interaksi sosial disosiatif.

Terjadinya perceraian bisa berdampak untuk keberlangsungan kehidupan dalam keluarga tersebut, utamanya bagi anak-anak mereka.

Demikianlah informasi tentang dampak interaksi sosial disosiatif dan contohnya. (eK)