5 Dampak Victim Blaming Terhadap Kesehatan Mental

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Victim blaming merupakan salah satu tindakan yang tidak boleh dilakukan karena bisa mengganggu kesehatan mental. Hal tersebut karena merupakan sikap menyalahkan korban kejahatan. Bahkan ada dampak victim blaming yang sangat berbahaya.
Dampak tersebut bisa menyebabkan korban yang disalahkan memiliki kecemasan yang berlebihan. Untuk lebih jelasnya simak dalam pembahasan berikut ini.
Dampak Victim Blaming
Dikutip cari buku Victim Blaming in Rape Culture karya Siti Nurbayani dan Sri Wahyuni, (2023) pengertian dari victim blaming adalah perilaku menyalahkan korban atas kejadian buruk yang menimpa mereka.
Victim blaming sering terjadi dalam kasus pemerkosaan, kekerasan seksual, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tindakan ini membuat orang-orang berpikir bahwa korban dan pelaku merupakan dua orang yang harus sama-sama disalahkan atas peristiwa buruk yang terjadi.
Perilaku ini sangat berbahaya dan memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan mental korban. Berikut adalah dampak victim blaming terhadap kesehatan mental.
1. Rasa Malu dan Bersalah
Korban yang mengalami victim blaming seringkali merasa malu dan bersalah atas kejadian yang menimpa mereka. Mereka mungkin merasa bahwa mereka sendiri yang menyebabkan atau setidaknya berkontribusi pada kejadian tersebut.
2. Menimbulkan Kecemasan Berlebih
Korban yang mengalami victim blaming akan sering merasa cemas bahkan bisa mengarah ke kecemasan yang berlebih. Hal tersebut yang membuat mereka pada akhirnya mulai takut untuk bersosialisasi dan mengganggu kesehatan mentalnya.
3. Penurunan Harga Diri
Dampak lain dari perlakuan victim blaming dapat menyebabkan korban merasa tidak berharga dan tidak penting lagi. Tentunya ini dapat mengakibatkan penurunan harga diri dan rasa percaya diri.
Hal tersebut tentunya akan berdampak pada perubahan perilaku dan kehidupan sosialnya di masyarakat.
4. Isolasi Sosial
Perlakuan victim blaming yang didapatkan korban bisa membuatnya menjadi berubah secara kehidupan sosial. Salah satunya akan lebih memilih untuk menyendiri dan mengisolasi diri dari kehidupan sosial.
5. Hambatan dalam Pemulihan
Victim blaming dapat menghambat proses pemulihan korban karena mereka mungkin merasa tidak didukung dan tidak dipercaya oleh orang-orang di sekitar mereka.
Baca juga: Penyebab Tidak Disukai Rekan Kerja dan Hal yang Harus Dilakukan
Dampak victim blaming tersebut harus dipahami oleh siapa saja dan memahami bahwa korban tidak pernah bertanggung jawab atas kejahatan yang menimpa mereka. Masyarakat harus berusaha untuk mendukung korban dan menghindari perilaku victim blaming. (WWN)
