Konten dari Pengguna

5 Penyebab Anak Susah Diatur dan Cara untuk Mengatasinya

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penyebab Anak Susah Diatur. Sumber: Pexels.com/Gustavo Fring
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penyebab Anak Susah Diatur. Sumber: Pexels.com/Gustavo Fring

Salah satu penyebab anak susah diatur adalah anak mencontoh perilaku orang terdekatnya. Selain itu, anak juga bisa menjadi susah diatur karena berbagai macam faktor, seperti ingin mencari perhatian orang tua, belum bisa mengendalikan emosi, dan sebagainya.

Ketika mendapati anak susah diatur, langkah penting bagi orang tua adalah berusaha tenang dan tetap sabar. Hal itu diperlukan agar orang tua tetap dapat berpikir rileks dan mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

5 Penyebab Anak Susah Diatur

Ilustrasi Penyebab Anak Susah Diatur. Sumber: Pexels.com/Ketut Subiyanto

Setiap anak mempunyai masa eksplorasinya masing-masing dan masa tersebut memang wajar untuk terjadi. Namun, beberapa orang tua kerap mendapat tantangan berupa kondisi anak yang menjadi susah untuk diatur atau bahkan memberontak pada masa tersebut.

Sebelum menasihati atau memarahi anak, orang tua perlu mengenal penyebab anak susah diatur. Tujuannya supaya tidak terlalu dini melakukan justifikasi kepada anak yang mengakibatkan kesalahan fatal dalam pola pengasuhan.

Berikut lima faktor yang bisa menyebabkan anak menjadi pribadi yang susah diatur atau memberontak kepada orang tua:

1. Mencontoh Perilaku Orang Terdekat

Dikutip dari buku Anakku, Inspirasiku, Khomaeny (2018: 116), anak adalah peniru ulung sehingga jika bergaul dengan orang yang berperilaku buruk, anak akan meniru perilaku buruk. Demikian pula sebaliknya.

2. Mencari Perhatian

Penyebab lain dari anak yang susah diatur adalah anak mencari perhatian orang tua. Hal itu dapat terjadi karena anak terbiasa mendapatkan perhatian khusus atau lebih saat dirinya melakukan tindakan yang tidak sesuai aturan, misalnya berteriak di tempat umum.

3. Belum Bisa Mengungkapkan Keinginan

Penyebab ketiga adalah anak belum bisa mengungkapkan keinginannya dengan jelas. Hal itu dapat terjadi karena anak belum mengetahui cara untuk berkomunikasi atau menyampaikan pendapatnya kepada orang tua.

4. Belum Bisa Mengendalikan emosi

Penyebab keempat adalah anak belum bisa mengendalikan emosinya. Salah satu contoh anak sedang lapar, tetapi tidak bisa mengungkapkan makanan yang ingin dirinya makan sehingga sering tantrum saat makan.

5. Ingin Menunjukkan Eksistensi

Penyebab kelima adalah anak ingin menunjukkan eksistensinya kepada orang sekitar. Hal itu dapat terjadi karena anak menilai bahwa saat dirinya melakukan tindakan di luar batasan, dirinya akan lebih terlihat oleh orang lain.

Cara Mengatasi Anak yang Susah Diatur

Ketika mendapati anak susah diatur, orang tua tentu merasa stres, bingung, kecewa, sedih, iba, dan lain-lain. Namun, orang tua perlu bangkit dan berusaha untuk mengatasi kondisi tersebut agar anak tidak terus-menerus menjadi pribadi yang susah diatur.

Ada banyak cara untuk mengatasi anak yang susah diatur, antara lain:

  • Mengajaknya berdiskusi;

  • Bertanya tentang alasannya berperilaku seperti itu;

  • Memberi penjelasan tentang hal yang baik dan hal yang buruk;

  • Menjawab pertanyaan anak dengan jelas;

  • Berusaha membangun komunikasi dan waktu berkualitas dengan anak.

Jadi, ada banyak penyebab anak susah diatur, contohnya meniru perilaku buruk dari orang sekitar, mencari perhatian, belum bisa mengungkapkan emosinya, dan lain-lain. Oleh karena itu, orang tua perlu tetap tenang agar bisa mendidik anak menjadi lebih baik. (AA)