5 Pertanyaan tentang Bullying di Media Sosial dan Jawabannya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh pertanyaan tentang bullying di media sosial adalah apakah saya boleh memberi tahu pelecehan ini kepada orang tua? Selain contoh tersebut, masih ada banyak pertanyaan seputar bullying di media sosial.
Contoh lainnya adalah apa yang dimaksud bullying, apakah mengisengi teman termasuk bullying, apakah cyberbullying itu nyata, dan apa dampak dari bullying. Pertanyaan tersebut penting untuk dijawab guna memahami seluk-beluk bullying.
5 Daftar Pertanyaan tentang Bullying di Media Sosial
Pertanyaan tentang bullying di media sosial akan terus bermunculan karena banyak orang ingin mengetahui seluk-beluk tindakan tersebut. Namun, tidak semua pertanyaan itu dapat terjawab dalam satu waktu.
Walaupun demikian, seseorang tetap dapat mempelajari seluk-beluk bullying secara bertahap. Salah satu caranya adalah mempelajari seluk-beluk bullying dengan menilik jawaban dari lima daftar pertanyaan berikut.
1. Apa yang dimaksud Bullying?
Mengutip dari buku Sukses Menjadi Orangtua karya Tim Psikolog Menulis (2021: 169), bullying adalah perilaku yang disengaja untuk menjatuhkan atau mempermalukan orang lain. Selain iu, bullying juga dapat diartikan sebagai tindakan dengan tujuan menyakiti atau melukai korban.
2. Apakah Mengisengi Teman termasuk Bullying?
Mengutip dari buku yang sama, Tim Psikologi Menulis (2021: 169), bullying harus dibedakan dengan iseng/ jahil/prank. Perbedaan antara iseng dengan bullying adalah iseng merupakan bentuk perbuatan yang dilakukan untuk tujuan kesenangan bersama.
Berbeda dengan iseng, bullying merupakan perbuatan yang didasari untuk menyakiti, melukai, atau mempermalukan korban. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa ada dua jawaban dari apakah mengisengi teman termasuk bullying.
Jawaban dari pertanyaan tersebut, antara lain:
Mengisengi teman dapat termasuk bullying jika bertujuan untuk menyakiti, melukai, atau mempermalukan korban.
Mengisengi teman bukan termasuk bullying jika bertujuan untuk kesenangan bersama (yang mengisengi dan diisengi) dan tidak ada yang dilukai atau disakiti.
3. Apa Dampak dari Bullying?
Bullying merupakan perilaku menyakiti orang lain secara sengaja, baik itu melalui tindakan (aksi), verbal, maupun nonverbal. Perilaku tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak bagi korban, antara lain:
Merasa dipermalukan;
Meningkatkan perasaan cemas;
Kehilangan percaya diri;
Menjadi ketakutan;
Mengalami gangguan kesehatan, baik itu fisik maupun mental;
Menjadi pribadi yang rapuh; hingga
Memunculkan pikiran untuk mengakhiri hidup.
4. Apakah Cyberbullying Itu Nyata?
Walaupun tidak terjadi secara langsung dalam arti kontak fisik atau bertemu langsung, cyberbullying termasuk jenis tindakan bullying (intimidasi) yang nyata. Tindakan tersebut juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi korban.
Mengutip dari buku Therapy Self Hater Healing karya Sari (2020: 18), cyberbullying diartikan sebagai bentuk intimidasi yang pelaku lakukan untuk melecehkan korbannya melalui perangkat teknologi. Contohnya, menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, dan lain-lain.
5. Apakah Saya Boleh Memberi Tahu Pelecehan Ini pada Orang Tua?
Setiap orang yang mengalami pelecehan boleh memberi tahu kejadian tersebut kepada orang tua. Tujuannya, agar orang tua mengetahui dan dapat melakukan penanganan secara lebih cepat.
Lima pertanyaan tentang bullying di media sosial di atas merupakan segelintir informasi dasar untuk mempelajari bullying. Jadi, setiap orang perlu mempelajari bullying secara lebih lanjut agar memiliki pemahaman lengkap untuk menghentikan bullying. (AA)
