5 Pilihan Cara Mengatasi Bullying Verbal pada Anak-anak

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengatasi bullying verbal pada anak-anak merupakan informasi penting bagi setiap orang tua. Pasalnya, setiap orang tua tentu tidak menginginkan anak terlibat dalam tindakan bullying, baik itu sebagai pelaku maupun korban.
Selain alasan tersebut, alasan lain dari pentingnya informasi mengatasi bullying verbal adalah belum banyak orang yang menyadari bahwa bullying verbal juga memiliki dampak buruk. Salah satunya adalah menyebabkan kecemasan dan depresi.
Macam-macam Dampak Bullying Verbal
Bullying verbal merupakan jenis intimidasi yang melibatkan kata-kata untuk menyakiti orang lain. Walaupun intimidasi tersebut tidak secara langsung menimbulkan luka fisik, bullying verbal tetap termasuk perbuatan tercela.
Salah satu alasannya sebab tindakan tersebut dapat melukai batin korban. Mengutip dari laman Verywell Mind (Gordon, 2022), bullying verbal dapat berdampak pada setiap elemen kehidupan.
Elemen kehidupan itu meliputi kinerja akademis, hubungan, sampai dengan kesuksesan seseorang. Selain itu, masih mengutip dari laman yang sama (Gordon, 2022), beberapa dampak lainnya, yaitu:
Perubahan suasana hati;
Stres kronis;
Depresi;
Perasaan malu;
Gangguan stres pasca trauma; serta
Penarikan diri.
5 Cara Mengatasi Bullying Verbal pada Anak
Setelah mengetahui dampaknya, makin jelas bahwa cara mengatasi bullying verbal pada anak merupakan informasi penting. Berikut lima cara yang dapat orang tua lakukan:
1. Mengajarkan Rasa Empati kepada Anak
Cara yang pertama adalah mengajarkan rasa empati kepada anak. Pasalnya, empati merupakan keadaan mental ketika seseorang dapat merasakan pikiran atau perasaan orang lain.
Mengajarkan rasa empati kepada anak dapat mengatasi bullying verbal karena anak dapat belajar memahami perasaan orang lain. Jadi, anak dapat mengendalikan dirinya agar tidak melakukan kekerasan verbal yang menyakiti orang lain.
2. Mengajak Anak untuk Berkomunikasi
Cara kedua adalah mengajak anak berkomunikasi. Orang tua dapat mencoba menerapkan komunikasi aktif agar anak memiliki teman untuk menceritakan pemikiran dan perasaannya.
Selain itu, komunikasi merupakan poin penting untuk membangun keterbukaan antara orang tua dan anak. Ketika anak terbuka kepada orang tua, orang tua pun lebih mudah untuk memahami serta mengarahkan anak agar terbebas bullying.
3. Mengajarkan Anak “Bela Diri Verbal”
Mengutip dari buku 7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia karya Bukhari (2015: 231), untuk mengatasi bullying verbal, anak-anak dapat dilatih untuk memiliki kemampuan “bela diri verbal” dan kemampuan mengendalikan pikiran.
Orang tua dapat mencoba mengumpulkan kosakata bullying dari curahan hati anak, kemudian membantu anak untuk melakukan counter dengan kalimat lain yang lebih positif.
4. Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak
Cara keempat adalah mengembangkan rasa percaya diri anak. Tujuannya, agar anak yakin terhadap kemampuan diri dan pribdi dirinya sehingga tidak mudah tertindas oleh anak atau orang lain.
Beberapa cara mengembangkan rasa percaya diri anak yang dapat orang tua lakukan, yaitu membangun komunikasi, mengucapkan apresiasi, serta mendukung kegiatan anak yang positif.
5. Memberi Contoh untuk Bersikap Baik
Anak adalah peniru ulung, ungkapan tersebut terjadi karena anak mengikuti semua hal yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, orang tua perlu mencontohkan sikap yang baik agar anak juga bersikap baik.
Contoh sikap baik adalah bertutur kata yang sopan serta santun, menunjukkan sikap empati, dan lain-lain. Demikian anak pun memahami cara untuk bersikap yang baik dan tidak menyakiti orang lain.
Selain lima cara mengatasi bullying verbal pada anak-anak di atas, orang tua juga dapat mengajarkan berbagai kebaikan. Tujuannya, agar anak tidak terlibat dalam bullying, baik itu sebagai korban maupun pelaku. (AA)
