Konten dari Pengguna

6 Beban Mental pada Ibu dan Cara Mengatasinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi beban mental. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi beban mental. Foto: Pixabay

Bicara mengenai beban mental, maka semua manusia di dunia pasti pernah mengalaminya. Salah satu yang cukup sering terjadi yakni beban mental pada ibu.

Seorang ibu memiliki beban sejak sang jabang bayi berada di dalam kandungan, hingga akhirnya dilahirkan.

Beban Mental pada Ibu

Ilustrasi beban mental. Foto: Pixabay

Berdasarkan buku Bebas Tanpa Beban karya Dewi Indra, beban adalah sesuatu yang dipikul, kekhawatiran atau kesedihan, atau tanggung jawab.

Beban sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu beban mental, pikiran, dan fisik. Beban mental lebih berfokus pada kondisi mental atau emosi seseorang.

Seorang wanita memiliki beban mental tersendiri ketika dia memutuskan untuk menikah dan menjadi seorang ibu. Beban mental biasanya diperburuk oleh lingkungan.

Berikut beberapa jenis beban mental yang sering terjadi pada ibu:

1. Beban Hamil

Perubahan hormon sering kali membuat ibu hamil menjadi lebih sensitif. Tidak jarang muncul kekhawatiran yang tidak perlu mengenai perubahan bentuk tubuh, kondisi janin di dalam kandungan, dan lain sebagainya.

2. Beban Melahirkan

Proses melahirkan sendiri sudah menguras tenaga setiap ibu, tapi rupanya masih menambah beban mental karena ada orang lain yang membandingkan proses melahirkan setiap ibu.

3. Beban Pasca Melahirkan

Terutama adalah beban mental yang dirasakan ibu saat melihat kondisi anak yang tidak sesuai dengan harapan, misalnya anak yang lahir dengan kondisi tidak sempurna, bentuk tubuh yang unik, dan lain sebagainya.

Belum lagi ibu yang kesulitan untuk beradaptasi dengan kondisi tubuh yang baru, perubahan pola hidup yang signifikan, ditambah masa penyembuhan dari proses melahirkan.

4. Beban Menyusui

Masalah menyusui pun akan memberi sumbangsih beban mental pada ibu. Baik ibu yang memilih untuk menyusui langsung atau menggunakan susu formula.

Beban mental kembali muncul mengenai metode pemberian susu, waktu pemberian susu, bagi bayi susu formula juga berarti harus memikirkan merek susu juga nutrisi yang terkandung di dalamnya.

5. Beban MPASI

MPASI akan kembali memberi beban pada ibu. Ibu mau tak mau harus memikirkan mengenai cara terbaik memberi MPASI, baik dari menu, cara memasak, waktu pemberian, dan kecukupan nutrisi.

6. Beban Mendidik Anak

Walau dilakukan berdua dengan suami, tapi ibu selalu menjadi sorotan saat berhubungan dengan mendidik anak. Sekali lagi banyak hal akan menjadi beban ibu, termasuk apakah cara mendidik yang dilakukan sudah benar atau belum.

Seluruh beban mental tersebut masih diperparah dengan adanya pihak ketiga yang membandingkan. Lalu langkah apa yang bisa dilakukan bagi para ibu yang merasakan berbagai beban mental di atas? Maka, satu jawaban yang pasti adalah jangan menyimpan sendiri.

Ceritakan dan minta dukungan pada orang terdekat, yaitu ayah dari anak. Orang tua adalah tugas dan tanggung jawab suami dan juga istri.

Kalau suami tidak memberi dukungan yang memuaskan, maka carilah orang lain yang bisa dipercaya. Bisa ibu, sahabat, saudara, atau lainnya yang memang mendukung.

Para ibu juga perlu belajar untuk tidak mendengarkan ucapan orang lain. Cukup balas dengan senyuman dan berlalu saja. Yakinlah bahwa Tuhan akan membalas dengan caranya. (SP)