Konten dari Pengguna

6 Cara Menerapkan Stoikisme agar Hidup Lebih Tenang dan Bermakna

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menerapkan stoikisme. Foto: Andre Furtado/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menerapkan stoikisme. Foto: Andre Furtado/Unsplash

Mengetahui cara menerapkan stoikisme dalam kehidupan dapat membuat perasaan lebih tenang, mampu berpikir logis, juga mengambil keputusan dengan bijaksana dan tidak gegabah. Stoikisme merupakan filosofi yang sudah ada sejak berabad-abad lalu.

Mari simak penjelasan berikut untuk mengetahui tentang cara menerapkan stoikisme yang tepat.

Cara Menerapkan Stoikisme

Ilustrasi cara menerapkan stoikisme. Foto: Jackson David/Unsplash

Melansir situs tazkia.ac.id, stoikisme juga bisa dimaknai sebagai aliran filsafat yang membantu kita untuk mengembangkan diri dengan tetap hidup santai, sederhana, sehingga bisa menjalani kehidupan dengan lebih bahagia.

Tak heran apabila stoikisme dinilai sebagai solusi gaya hidup sehat masa kini yang juga banyak dimanfaatkan untuk terapi bagi orang-orang yang depresi.

Berikut adalah ragam cara menerapkan stoikisme yang tepat.

1. Lebih Banyak Mendengarkan

Kendati mempunyai kesempatan berbicara itu sangat menyenangkan, tetapi kita tidak boleh egois dan harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan serta situasi. Jangan hanya mau didengar, tetapi enggan untuk mendengar cerita orang lain.

Lebih banyak mendengarkan menjadikan seseorang mampu memahami pilihan orang lain. Bila orang mempunyai pemikiran berbeda, kita tidak akan pusing dengan hal tersebut.

2. Menerima Hal yang Tak Bisa Diubah

Terimalah segala hal yang tak bisa diubah atau berada di luar kendali. Sesuatu yang tidak bisa kita kontrol tak seharusnya menjadi beban pikiran. Sebagai contoh, kondisi fisik, cuaca, atau keputusan orang lain.

Beberapa hal tersebut kerap tidak sesuai ekspektasi dan memicu kekecewaan. Namun, apabila kita telah menyadari dan menerimanya, kita akan lebih ikhlas serta fokus terhadap apa yang dapat diperbuat.

3. Selalu Bersyukur

Kunci bahagia dalam kehidupan adalah dengan merasa bahwa segala yang kita perlukan telah tercukupi. Memercayai pernyataan tersebut memang sulit, terlebih apabila kenyataan berbicara sebaliknya.

Oleh karena itu, penting untuk mensyukuri segala yang dimiliki sehingga kita pun akan mempunyai kesehatan mental yang baik, lebih bahagia, serta mampu menjadi magnet rezeki yang datang dari arah tak terduga.

4. Melakukan Meditasi

Meditasi adalah latihan untuk memfokuskan pikiran pada apa yang terjadi saat ini. Tanpa terganggu dengan masa lalu atau memikirkan masa depan. Melalui meditasi seseorang bisa belajar menghargai ketenangan.

5. Jangan Mudah Terdistraksi

Kendati telah mencoba fokus terhadap apa yang ada dalam kendali, ada saja hal-hal yang membuat kita lepas kontrol dan terbawa emosi. Supaya tak mudah terdistraksi, tiap merasa terpancing emosi, ingatlah bahwa ada pilihan untuk tenang.

Selesaikan satu per satu kegagalan atau masalah yang terjadi. Meski meluapkan emosi sangat melegakan, tetapi pastikan tetap terkontrol sehingga tidak menjadi bumerang.

6. Menuangkan dalam Tulisan

Aktivitas menulis memudahkan seseorang untuk merefleksikan diri. Tuangkan segala perasaan ke dalam bentuk tulisan.

Dari kalimat demi kalimat yang ada, biasanya seseorang akan menyadari sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya. Kegiatan menulis juga dapat menjadi terapi untuk mengurangi stres dan menjadikan seseorang makin bersyukur.

Demikian cara menerapkan stoikisme dengan tepat. Pada hakikatnya kehidupan memang harus dijalani dengan penuh syukur dan bahagia. (DN)