Konten dari Pengguna

6 Hal yang Menyebabkan Retaknya Hubungan dan Sering Tak Disadari

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

.Ilustrasi hal yang menyebabkan retaknya hubungan. Foto: Kelly Sikkema/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
.Ilustrasi hal yang menyebabkan retaknya hubungan. Foto: Kelly Sikkema/Unsplash

Jalinan asmara tak selamanya berjalan mulus. Ada saja hal-hal yang menyebabkan retaknya hubungan. Namun, tidak semua pasangan berhasil melewatinya.

Berikut beberapa penyebab retaknya hubungan yang kerap tidak disadari oleh pasangan.

Hal yang Menyebabkan Retaknya Hubungan

Ilustrasi: hal yang menyebabkan retaknya hubungan. Foto: Kelly Sikkema/Unsplash

Seperti dilansir situs yankes.kemkes.go.id, saat menjalin hubungan dengan seseorang, baik dalam ikatan pernikahan atau pacaran, tentu akan ada masalah. Beberapa di antaranya adalah kurangnya kepercayaan dan rasa hormat kepada pasangan, masalah keuangan, hingga kekerasan.

Apapun problematika yang terjadi, tetap harus dicari jalan keluarnya. Berikut ragam hal yang menyebabkan retaknya hubungan yang penting diketahui.

1. Membiasakan Perilaku Negatif

Terbiasa berperilaku negatif memberi dampak buruk terhadap hubungan. Menghadapi pasangan yang senantiasa menunjukkan sikap kurang baik pun bisa memicu kelelahan emosional.

Sebagai contoh, mencurigai pasangan, terlalu egois, ingin selalu didengar tanpa mau mendengar, dan sebagainya. Situasi yang tidak kondusif ini harus segera dicari solusinya sehingga tidak makin memburuk.

2. Menghindari Masalah

Pertengkaran dalam hubungan merupakan hal yang wajar. Namun, patut diwaspadai apabila kejadian ini terus terulang. Membiarkan atau terkesan menghindari masalah justru bisa menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.

3. Tidak Menghormati Batasan dalam Hubungan

Pasangan yang telah menikah atau masih dalam tahap pacaran tetap memiliki batasan yang harus dihormati. Melanggar batas justru akan menciptakan ketegangan dan hubungan yang tidak sehat. Tidak perlu pula memaksakan kehendak yang mengakibatkan salah satu pihak kurang nyaman.

4. Menuntut Kesempurnaan

Seseorang tak bisa menuntut pasangan untuk bersikap sesuai keinginan. Sama seperti diri sendiri, pasangan hanya manusia biasa yang memiliki kekurangan serta kelebihan. Hindari telalu menuntut kesempurnaan sebab kita juga bukan sosok yang tanpa cela.

5. Terobsesi pada Pasangan

Terobsesi pada pasangan membuat hubungan jadi toksik dan tidak sehat. Hal ini karena setiap orang memerlukan waktu untuk dirinya sendiri, teman-teman, serta keluarga. Tak melulu terus bersama pasangannya.

6. Menghadapi Masalah Sendiri

Ketika tengah menjalani hubungan baik pernikahan atau pacaran, tentu akan ada masalah maupun tekanan dari luar. Sebagai contoh, kesulitan keuangan atau pekerjaan yang tidak berjalan lancar.

Pengaruh eksternal seperti ini ternyata berpengaruh terhadap keharmonisan hubungan. Karena itu, penting melakukan komunikasi dan bersikap terbuka pada pasangan sehingga tak tejadi kesalahpahaman.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan retaknya hubungan. Kunci dari jalinan cinta yang kuat sebetulnya sederhana. Pastikan tidak menunjukkan sikap berlebihan, terbuka pada pasangan, dan bangun komunikasi yang baik. Dengan begini, tiap pasangan akan bisa melewati badai dalam hubungan dan tetap bertahan. (DN)