7 Bahaya People Pleaser yang Harus Dihindari

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahaya people pleaser sering kali tidak disadari oleh sang pelaku. Padahal jika dibiarkan, sifat ini dapat membahayakan diri sendiri.
Dikutip dari buku Kesejahteraan Psikologis (2024: 18), people pleaser merupakan istilah untuk orang yang selalu mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri. Meskipun berniat baik, namun people pleaser dapat memberi dampak buruk. Apa saja?
7 Bahaya People Pleaser yang Dapat Terjadi
Jika dibiarkan, inilah bahaya yang dapat terjadi dari fenomena people pleaser.
1. Stres
Bahaya menjadi people pleaser yang paling umum adalah stres. Dampak ini terjadi akibat tekanan besar dari orang-orang sekitar. Tingkat stres dapat terus bertambah jika pelaku people pleaser juga mengesampingkan kebutuhan mereka sendiri.
2. Terbebani
Berbagai permintaan dari orang sekitar tidak dapat ditolak oleh sosok people pleaser. Akibatnya, ada banyak tanggung jawab yang terasa sangat membebani.
3. Gangguan Kecemasan
Bagi sosok people pleaser, kepentingan orang lain adalah prioritas. Tentunya ini menjadi beban tersendiri terutama jika banyak orang menuntut kesenangan berbeda.
Kondisi tersebut menyebabkan kebingungan dan rasa takut menyakiti salah satu pihak. Jika dibiarkan, maka dampak yang terjadi adalah gangguan kecemasan.
4. Kehilangan Identitas
Seseorang yang terlalu berusaha menyenangkan orang lain dapat kehilangan identitas diri sendiri. Pasalnya, mereka jadi kurang menyadari apa yang diri mereka rasakan. Dampak yang dapat terjadi adalah kurang paham akan kebutuhan hingga siapa diri mereka sebenarnya.
5. Ekspektasi Pada Orang Lain
Bahaya people pleaser selanjutnya adalah adanya ekspektasi terhadap orang lain untuk mengembalikan kebaikan yang telah diberikan. Apabila tidak ada timbal balik yang diharapkan, sosok people pleaser merasa kecewa hingga stres.
6. Mengabaikan Diri Sendiri
Keinginan untuk selalu menyenangkan orang lain menyebabkan people pleaser terlalu memperhatikan perasaan hingga kebutuhan pihak lain. Dampaknya, kebutuhan hingga keinginan diri sendiri justru terabaikan.
Kebutuhan diri yang tidak dipenuhi akan menyebabkan hidup terasa melelahkan.
7. Susah Menjalin Hubungan Sehat
Hubungan sehat sejatinya dilandasi give and take. Namun, ketika pelaku people pleaser berada dalam hubungan, mereka hanya menerapkan give and give.
Ketika hal tersebut terjadi, hubungan akan dipenuhi komunikasi manipulasi sehingga susah tercipta hubungan yang sehat.
Baca Juga: 5 Cara Berhenti Menjadi People Pleaser dengan Langkah Mudah
Demikian pembahasan mengenai banyaknya bahaya people pleaser yang harus segera dihindari dengan menghentikan rasa ingin memenuhi kepentingan orang lain. (LAU)
