7 Cara Mengatasi Karyawan yang Underperform dengan Tepat

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengatasi karyawan yang underperform penting diketahui, khususnya oleh pemimpin. Hal ini karena karyawan merupakan salah satu aset penting perusahaan.
Lantas, bagaimana cara mengatasi karyawan yang underperform secara tepat dan efektif?
Cara Mengatasi Karyawan yang Underperform
Melansir jdih.kemnaker.go.id, hubungan kerja merupakan hubungan yang terjadi antara pengusaha dengan karyawan berdasarkan pada perjanjian kerja.
Perjanjian bisa dibuat secara lisan atau tertulis. Kendati ada hubungan kerja yang jelas, tak jarang karyawan mengalami penurunan performa serta produktivitas.
Berikut berbagai cara mengatasi karyawan yang underperform yang penting diketahui, khususnya oleh para pemimpin.
1. Mengenali Masalah
Kenali masalah di tempat kerja yang menyebabkan performa karyawan menurun. Mengetahui masalah yang terjadi akan mempermudah pemimpin untuk mengambil langkah penanganan yang tepat.
Beberapa tanda karyawan mengalami penurunan performa kerja antara lain, tampak kurang produktif, selalu terlambat menyelesaikan tugas, hasil kerja di bawah standar, sering tidak masuk kantor, kurangnya interaksi dengan rekan kerja, dan terkesan tidak profesional.
2. Mendengarkan Pendapat Karyawan
Komunikasi dua arah sangat penting dilakukan guna mengatasi penurunan performa karyawan. Pemimpin harus siap mendengarkan pendapat dari karyawan tentang hal yang mungkin mengganggunya di perusahaan serta apa yang mereka suka dan tidak suka ketika bekerja.
Ini merupakan program interview atau one on one session yang bertujuan mengevaluasi kinerja sekaligus memberi motivasi pada seluruh karyawan. Intinya adalah menguak penyebab masalah underperform yang terjadi dengan karyawan.
3. Memaparkan Ekspektasi dan Membuat Rencana Kerja
Beritahu karyawan mengenai tugas serta standar kerja yang harus dipenuhi. Setelah pemaparan tugas dan ekspektasi secara keseluruhan, buatlah rencana kerja sebagai upaya meningkatkan performa karyawan.
4. Menciptakan Lingkungan yang Nyaman
Berkurangnya kinerja dan produktivitas karyawan juga bisa disebabkan oleh lingkungan yang kurang nyaman. Oleh sebab itu, amat penting menciptakan kenyamanan di tempat kerja.
Caranya, dengan mengubah dekorasi atau memperbaharui posisi meja kerja karyawan.
5. Membuat Target Performa Individual
Buatlah target performa individual untuk karyawan. Tanyakan apa saja yang ingin ditingkatkan, tujuan yang hendak dicapai, serta keahlian baru yang ingin mereka pelajari.
Langkah ini secara tak langsung memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja serta produktivitasnya menjadi lebih optimal.
6. Memonitor Perkembangan Karyawan
Setelah melakukan langkah-langkah di atas, amati perkembangan atau progress karyawan. Pemantauan bisa melalui pertemuan harian, mingguan, maupun bulanan. Dalam meeting yang digelar, akan tampak ada tidaknya perkembangan kinerja karyawan.
7. Memberi Umpan Balik
Terakhir adalah memberi umpan balik atau feedback yang berguna untuk karyawan. Sampaikan kritik serta saran yang positif, beri tahu progress perubahan yang terjadi, serta dukungan atau pujian terhadap segala pencapaian karyawan guna meningkatkan kepercayaan diri.
Itulah berbagai cara mengatasi karyawan yang underperform supaya kembali termotivasi untuk bekerja lebih baik. Hal ini akan berdampak baik pula terhadap perusahaan. (DN)
