Konten dari Pengguna

7 Ciri Hipokondria beserta Cara Mengatasinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi hopokondria. Sumber foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi hopokondria. Sumber foto: Pexels

Ciri hipokondria sering kali melibatkan kecemasan yang berlebihan terhadap kesehatan diri sendiri.

Bagi individu yang mengalami hipokondria, gejala-gejala kecil kerap disimpulkan secara sepihak sebagai tanda penyakit serius. Meski yang sebenarnya dialami tidak separah yang dibayangkan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Pengertian Hipokondria

ilustrasi hipokondria. Sumber foto: Pexels

Mengutip buku Move On dari Pikiran Negatif karya Rahardian Sukma, hipokondria, atau gangguan kecemasan kesehatan, adalah kondisi di mana seseorang memiliki kekhawatiran yang berlebihan dan terus-menerus terhadap kesehatan mereka sendiri.

Mereka cenderung meyakini bahwa gejala-gejala kecil atau normal adalah tanda penyakit serius yang sering kali tidak ada.

Cara Mengatasi Hipokondria

Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu individu mengatasi kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan.

1. Terapi Kognitif Perilaku

Terapi ini dapat membantu mengubah pola pikir yang tidak sehat dan merespon lebih positif terhadap gejala-gejala kesehatan.

Konseling kognitif perilaku dapat membimbing individu untuk memahami dan mengatasi kecemasan yang muncul.

2. Pembatasan Informasi Kesehatan

Hindari mencari informasi kesehatan secara berlebihan di internet atau literatur medis yang tidak terverifikasi.

Terlalu banyak informasi yang diserap namun dengan tanpa dibarengi dengan ketenangan tentunya dapat meningkatkan rasa kecemasan.

3. Melakukan Relaksasi

Praktik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan pada seseorang.

4. Aktif dalam Kegiatan yang Disukai

Menyibukkan diri dengan kegiatan yang dinikmati dapat membantu mengalihkan perhatian dari kekhawatiran kesehatan yang berlebihan.

5. Dukungan Sosial

Membangun hubungan sosial yang kuat dan mendapatkan dukungan dari teman atau keluarga dapat memberikan rasa pemahaman dan dukungan emosional terhadap penderita hipokondria.

6. Hindari Zat Adiktif

Hindari konsumsi alkohol, narkoba, atau zat adiktif lainnya. Karena berbagai hal tersebut dapat memperburuk kecemasan dan memengaruhi kesehatan mental penderita.

7. Konsultasi dengan Ahli

Penting untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental atau dokter yang berpengalaman dalam mengelola gangguan kecemasan.

Nantinya, para profesional tersebut dapat memberikan panduan dan saran yang sesuai untuk mengatasi jenis ketakutan ini.

Ciri hipokondria dapat memiliki dampak yang signifikan pada kualitas hidup seseorang.

Dengan menyadari gejala-gejala tersebut dan mengambil langkah-langkah yang tepat, individu dapat belajar mengatasi kecenderungan berlebihan terhadap kekhawatiran kesehatan. (AZS)