Konten dari Pengguna

7 Ciri Hubungan yang Langgeng dan Siap Lanjut ke Pernikahan

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri Hubungan yang Langgeng. Sumber: Pexels.com/Stanley Morales
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri Hubungan yang Langgeng. Sumber: Pexels.com/Stanley Morales

Ciri hubungan yang langgeng dan siap lanjut ke pernikahan ada banyak, salah satunya adalah bisa saling mendengarkan. Kemampuan saling mendengarkan adalah hal penting dalam setiap hubungan, termasuk hubungan asmara.

Tanpa kemampuan tersebut, seseorang akan sulit memahami lawan bicara sehingga riskan untuk terjadi miskomunikasi. Selain memiliki kemampuan saling mendengarkan, masih ada berbagai ciri hubungan langgeng dan siap menikah lainnya. Simak selengkapnya berikut ini.

7 Ciri Hubungan yang Langgeng dan Siap Menikah

cottonbro studio

Ciri hubungan yang langgeng merupakan informasi penting bagi setiap orang sebelum memutuskan untuk menikah. Karena bagaimanapun, menikah merupakan komitmen seumur hidup sehingga diperlukan kecocokan dengan pasangan.

Berikut adalah tujuh hal yang menjadi ciri bahwa hubungan bisa langgeng serta siap untuk menuju jenjang pernikahan.

1. Saling Mendengarkan

Mengutip dari buku Komunikasi Interpersonal karya Suwanto dan Nerissa (2023: 111), Leonard menjelaskan bahwa mendengarkan adalah proses belajar menerima, menafsirkan, mengingat, mengevaluasi, serta menanggapi pesan verbal dan nonverbal.

Setiap pasangan perlu saling mendengarkan supaya tidak terjadi kesalahpahaman persepsi atau komunikasi. Oleh karena itu, pasangan yang mampu saling mendengarkan bisa termasuk ciri hubungan sehat serta langgeng.

2. Punya Kesamaan Misi

Ciri kedua adalah mempunyai kesamaan visi. Kesamaan visi tersebut meliputi berbagai macam aspek, seperti keyakinan, tujuan masa depan, harapan terhadap pasangan, toleransi terhadap kesalahan, toleransi terhadap anggota keluarga, dan lain-lain.

Kesamaan visi merupakan kunci penting dalam kelanggengan hubungan. Jika sepasang kekasih memiliki perbedaan visi yang drastis, kemungkinan masalah akibat perbedaan pendapat pun lebih sering terjadi.

3. Bisa Menjadi Teman Baik

Mengutip dari buku 16 Kunci Rahasia Menjemput Jodoh karya Hudri dan Ferry (2010: 28), salah satu ciri jodoh adalah merasa bahwa calon pasangan tidak hanya sebagai calon pasangan, melainkan bisa menjadi teman berdebat, teman tertawa, bahkan bisa saling menghibur.

Berdasarkan hal tersebut, bisa menjadi teman baik termasuk dalam ciri hubungan langgeng. Pasalnya, sepasang kekasih bisa merasa saling melengkapi antara satu sama lain.

4. Saling Merasa Nyaman

Ciri lainnya adalah saling merasa nyaman. Kenyamanan tersebut meliputi berbagai macam hal, misalnya nyaman untuk berkomunikasi, nyaman untuk berkegiatan, nyaman untuk bersosialisasi, dan lain-lain.

5. Orang Terdekat Mendukung

Ciri kelima adalah orang terdekat, seperti keluarga dan sahabat mendukung hubungan tersebut. Setiap keluarga dan sahabat tentu menginginkan orang terdekatnya mendapat pasangan terbaik sehingga dukungannya selalu tulus serta tidak menjerumuskan.

6. Bisa Menunjukkan Sisi Rapuh

Ciri keenam adalah bisa saling menunjukkan sisi rapuh. Ketika pasangan bisa menunjukkan sisi rapuhnya, hal itu bisa menjadi tanda bahwa seseorang juga memiliki perasaan seperti manusia umumnya serta memiliki kepercayaan kepada pasangannya.

7. Tidak Saling Memaksa

Ciri ketujuh adalah tidak saling memaksa, baik dalam segi pandangan maupun segi kehidupan yang lain. Pasangan yang tulus menyayangi biasanya lebih memilih memberi saran yang baik daripada memaksa dan menuntut tanpa alasan.

Itulah berbagai ciri hubungan yang langgeng dan sudah siap berlanjut ke jenjang pernikahan yang perlu diketahui.

Secara umum, ciri hubungan yang langgeng dan siap menikah adalah bisa saling memahami antara satu sama lain. (AA)