Konten dari Pengguna

7 Topik Chat PDKT di Usia Dewasa yang Ingin Menjalin Hubungan Serius

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Topik Chat PDKT. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Olena Kamenetska
zoom-in-whitePerbesar
Topik Chat PDKT. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Olena Kamenetska

Perkembangan teknologi komunikasi membuat proses PDKT (pendekatan) kerap berlangsung secara online, misalnya lewat chat. Kegiatan tersebut membuat banyak orang mencari referensi topik chat PDKT agar proses berjalan lancar.

Topik obrolan pada masa pendekatan mencakup banyak pilihan. Namun, pendekatan di usia dewasa membutuhkan referensi lebih detail karena banyak orang melakukan pendekatan karena ingin menjalin hubungan serius alias menuju ke pernikahan.

7 Topik Chat PDKT di Usia Dewasa untuk Hubungan ke Jenjang Serius

Topik Chat PDKT. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Štefan Štefančík

Dikutip dari buku berjudul Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada Remaja dan Prakonsepsi, Kristianti, dkk. (2024: 6), fase dewasa menurut Hurlock dimulai dari 21 tahun sampai dengan 60 tahun. Manusia sudah lebih memiliki visi hidup pada fase tersebut.

Contoh visi hidup manusia dewasa adalah melakukan proses pendekatan (PDKT) untuk mencari calon suami/istri. Kondisi itu membuat orang dewasa kerap membutuhkan referensi topik obrolan agar dapat menarik dan mengenal calon pasangan.

Berikut ini adalah tujuh topik chat PDKT yang dapat melengkapi referensi manusia dewasa dalam menjalin hubungan serius.

1. Film atau Musik Favorit

Film atau musik favorit dapat menjadi topik obrolan yang membantu diri mengetahui kesukaan calon pasangan. Walaupun memiliki kesan sebagai topik ringan, pembahasan tersebut memiliki manfaat membuka perbincangan secara santai dan lebih akrab.

2. Hobi atau Minat

Obrolan seputar hobi atau minat juga dapat menjadi referensi saat melakukan pendekatan. Obrolan tersebut membantu diri mengenal segala aktivitas yang disukai oleh pasangan serta minat pasangan terhadap berbagai hal, seperti:

  • Makanan;

  • Minuman;

  • Seni;

  • Karier; dan sebagainya.

3. Karier atau Aspirasi

Karier atau aspirasi merupakan topik obrolan yang cocok saat diri dan pasangan sudah merasa lebih nyaman untuk berkomunikasi secara intens. Topik tersebut membantu diri dan calon pasangan saling mengenal berbagai aspek kehidupan, antara lain:

  • Ambisi;

  • Keseimbangan hidup; atau

  • Pola kerja.

4. Keinginan Masa Depan

Manusia dewasa yang melakukan pendekatan untuk jenjang serius atau menikah perlu membahas tentang keinginan masa depan. Topik tersebut membantu diri dan calon pasangan mempertimbangkan cocok atau tidaknya untuk lanjut.

5. Keluarga

Dikutip dari buku Mari Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII, Sriningsih (2020: 148), keluarga merupakan sosialisasi pertama bagi anak. Pembahasan seputar keluarga menjadi penting untuk mengetahui pola asuh, pengalaman hidup, dan gambaran karakter calon pasangan.

6. Pandangan tentang Pernikahan

Pandangan tentang pernikahan dapat menjadi referensi topik karena membantu mengetahui pandangan pasangan. Setiap orang mempunyai definisi serta harapan masing-masing tentang pernikahan.

7. Pengalaman Hidup

Pengalaman hidup menjadi pembahasan penting karena turut memengaruhi pembentukan kepribadian. Pengalaman hidup tidak harus yang menakjubkan, melainkan dapat mencakup banyak hal, antara lain:

  • Pengalaman menyenangkan;

  • Pengalaman traumatis; atau

  • Pengalaman di masa sekolah.

Baca juga: 6 Cara Elegan Menghadapi Gebetan yang Menjauh Saat PDKT

Tujuh poin di atas dapat menjadi referensi topik chat PDKT di usia dewasa. Hal penting saat memulai hubungan adalah melakukan komunikasi dengan baik dan tetap memahami tanda-tanda dengan saksama, baik tanda kecocokan maupun tanda ketidakcocokan. (AA)