Konten dari Pengguna

9 Cara Hidup Stoicism agar Lebih Produktif

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi gaya hidup stoicism. Sumber foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi gaya hidup stoicism. Sumber foto: Pexels

Cara hidup stoicism telah menjadi landasan filosofi bagi banyak individu yang ingin mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi dalam kehidupan mereka.

Stoicism mengajarkan prinsip-prinsip yang dapat membantu seseorang mengatasi hambatan dan tantangan dengan sikap yang tenang dan rasional.

Untuk lebih memahami tentang cara hidup stoicism dalam masyarakat, simak selengkapnya di sini.

Pengertian Stoicism

ilustrasi gaya hidup stoicism. Sumber foto: Pexels

Mengutip buku Manusia Stoik karya Dewi Indra P, stoicism yang dikenal juga sebagai "stoik", merupakan filosofi kuno yang praktis dan mungkin telah diamalkan oleh banyak orang tanpa menyadari istilahnya.

Filosofi ini tidak terikat pada kepercayaan atau agama tertentu. Berakar pada masa Yunani Kuno sekitar 301 SM, stoicism diperkenalkan oleh Zeno dari Citium dan tetap relevan hingga sekarang.

Stoicism mengartikan kehidupan sebagai terdiri dari dua dimensi, yakni internal dan eksternal, yang disebut sebagai kendali yang terbagi.

Para stoikus percaya bahwa manusia harus fokus pada apa yang dapat mereka kontrol, sedangkan menerima segala hal yang di luar kendali dengan sikap yang tenang.

Berbagai Cara Hidup Stoicism agar Lebih Produktif

Berikut ini adalah berbagai cara hidup dalam pandangan filosofi stoicism.

1. Fokus pada Hal-hal yang Dapat Dikontrol

Stoicism mengajarkan pentingnya fokus pada hal-hal yang dapat kita kontrol, seperti tindakan dan reaksi terhadap situasi, daripada hal-hal yang di luar kendali.

2. Terima Segala Hal dengan Sikap yang Tenang

Stoikus menekankan pentingnya menerima segala hal dalam hidup dengan sikap yang tenang, baik itu baik atau buruk, karena banyak hal di dunia ini tidak dapat diubah.

3. Berlatih Kesederhanaan Pikiran

Kesederhanaan pikiran, atau apatheia, adalah prinsip stoicism yang mengajarkan pentingnya menjaga pikiran tetap tenang dan jernih dalam menghadapi segala situasi.

4. Lakukan Refleksi Diri secara Teratur

Stoicism mendorong untuk secara teratur merefleksikan diri sendiri, mempertimbangkan tindakan dan reaksi terhadap berbagai situasi, dan mencari cara untuk meningkatkan diri.

5. Hindari Mengeluh dan Berfokus pada Solusi

Stoicism menekankan pentingnya menghindari mengeluh tentang situasi yang tidak dapat diubah, dan lebih berfokus pada mencari solusi yang mungkin.

6. Terima bahwa Perubahan adalah Bagian Alamiah dari Kehidupan

Stoikus memahami bahwa perubahan adalah bagian alamiah dari kehidupan, serta harus belajar untuk menerima perubahan tersebut dengan sikap yang tenang.

7. Jangan biarkan Emosi Menguasai Pikiran

Salah satu prinsip utama stoikisme adalah mengendalikan emosi kita, sehingga kita dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan efektif.

8. Bersyukur atas Apapun dalam Hidup

Stoicism mengajarkan pentingnya bersyukur atas apa pun yang dimiliki dalam hidup, baik itu besar maupun kecil. Karena bersyukur dapat membantu kita menjaga perspektif yang positif.

9. Hargai Waktu dan Gunakan dengan Bijaksana

Stoikus mengajarkan pentingnya menghargai waktu dan menggunakannya secara bijaksana. Caranya dengan fokus pada tindakan yang dapat membawa diri menuju tujuan yang diinginkan.

Itulah berbagai cara hidup stoicism yang dapat diterapkan agar hidup menjadi lebih produktif.

Dengan menerapkan cara hidup stoicism di atas, siapa saja dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan secara keseluruhan. (AZS)