9 Dampak Buruk Defensif dalam Hubungan yang Perlu Diketahui

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Defensif merupakan mekanisme pertahanan psikologis umum yang digunakan seseorang ketika dirinya berada di bawah ancaman antarpribadi. Tanpa disadari, kondisi ini menghadirkan berbagai dampak buruk defensif dalam hubungan.
Jika sudah berkaitan dengan pasangan, sikap defensif ini akan menyabotase hubungan setiap saat. Parahnya lagi, bisa meningkatkan konflik tidak berarti dalam hubungan hingga pasangan yang lebih memilih untuk mengakhiri hubungan.
Dikutip dari buku Cara Cepat Membaca Bahasa Tubuh Semudah Membaca Koran karya Asti Musman, di bawah ini ada beberapa dampak buruk dari defensif dalam hubungan.
Dampak Buruk Defensif dalam Hubungan
Secara psikologis, sikap defensif dapat diartikan sebagai usaha membela diri dari seseorang atau sesuatu yang dirasa penting untuk dilakukan.
Berikut beberapa dampak buruk defensif dalam hubungan yang belum banyak orang tahu.
1. Gagal Menjadi Pendengar yang Baik terhadap Pasangan
Sikap defensif mendorong seseorang untuk membangun argumen sendiri hingga tidak bisa menjadi pendengar yang baik.
2. Tidak Belajar Bertanggung Jawab
Terkadang sikap terlalu defensif terhadap suatu kesalahan juga membuat seseorang gagal mengambil tanggung jawab atas kesalahan dirinya sendiri.
3. Memengaruhi Hubungan dengan Pasangan
Sikap defensif dapat berpengaruh dalam hubungan dengan pasangan, seperti menjalani interaksi negatif yang membuat pasangan tidak nyaman.
4. Ditinggalkan Pasangan
Parahnya, sikap defensif bisa membuat seseorang lebih mudah ditinggalkan pasangan karena dipandang sebagai orang yang tidak aman.
5. Menciptakan Rasa Tidak Percaya
Jika muncul rasa frustasi, maka akan timbul sebuah pembelaan akan perasaan tersebut dan berakhir menjadi lebih buruk.
6. Menghambat Pertumbuhan Diri
Ketika terhubung dengan orang lain, sikap defensif bisa membuat seseorang menghindari kritik membangun yang dapat menghambat pertumbuhan diri.
7. Membuat Hubungan Menjadi Tegang
Sikap defensif yang terus dipertahankan bisa menciptakan suasana yang tidak bersahabat dan tegang.
8. Mempersulit Hubungan
Bukan hanya itu, sikap defensif juga bisa berpengaruh pada pasangan yang membuat hubungan sulit berkembang.
9. Sulit Menerima Masukan dari Orang Lain
Defensif membuat seseorang menjadi sulit menerima kritikan atau masukan dari orang lain meski masukan tersebut berupa solusi.
Jika sudah mengetahui dampak buruk defensif dalam hubungan, sikap tersebut harus segera dihilangkan. Oleh karena itu, perlu mencari teman yang mampu mengingatkan dan menyadarkan tentang realita yang sebenarnya. (DSI)
