Konten dari Pengguna

Apa Itu Anxiety Disorder? Kenali Gejala dan Penyebabnya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anxiety. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anxiety. Sumber foto: Unsplash

Anxiety disorder adalah gangguan mental yang membuat penderitanya mengalami kecemasan berlebihan, hingga menimbulkan ketakutan yang berujung pada terganggunya aktivitas.

Tak jarang, penderita anxiety disorder sering mengurung diri di rumah dan enggan untuk bersosialisasi seperti manusia pada umumnya. Penjelasan lebih lengkap, simak di bawah ini.

Pengertian dan Gejala Anxiety Disorder

Ilustrasi anxiety. Sumber foto: Unsplash

Cemas dan takut terhadap sesuatu merupakan perasaan yang normal dialami manusia. Namun, jika muncul tanpa sebab dan berlebihan, maka kondisi ini wajib untuk diwaspadai.

Munculnya rasa cemas dan takut berlebihan secara tiba-tiba hingga sulit untuk dikendalikan, merupakan ciri-ciri seseorang mengalami gangguan kecemasan atau anxiety disorder.

Anxiety disorder adalah rasa cemas berlebihan yang terjadi dalam jangka waktu panjang, hingga membuat penderitanya kesulitan dan tidak semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Rafif Dendy Pratama dalam Maraknya Kasus Bullying yang Menyebabkan Anxiety Disorder menjelaskan, ciri-ciri seseorang terkena anxiety disorder adalah gelisah, anggota tubuh bergetar, sulit bernapas, wajah memerah, dan timbul sensasi tercekik.

Penyebab Seseorang Mengalami Anxiety Disorder

Hingga saat ini, belum ada jurnal atau penelitian yang berhasil menjelaskan penyebab anxiety disorder. Akan tetapi, secara umum ada beberapa faktor yang dianggap sangat berpengaruh.

Sejumlah faktor inilah yang membuat seseorang mengalami gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Apa saja? Berikut penjelasannya:

  • Pernah mendapatkan atau mengalami trauma yang membuatnya ketakutan. Misalnya, bullying di sekolah, hingga mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

  • Salah satu bagian otak mengendalikan emosi serta tingkah laku secara berlebihan, hingga menghasilkan kekhawatiran mendalam.

  • Adanya ketidakseimbangan antara senyawa serotonin dan noradrenalin dalam otak penderita.

  • Faktor keturunan, seperti memiliki kerabat dekat yang juga mengidap gangguan kecemasan. Akibatnya, risiko mengalami kondisi sejenis meningkat sebanyak lima kali lebih besar.

  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti narkoba, atau minuman keras yang membuatnya kesulitan dalam mengendalikan emosi.

  • Pengaruh kondisi biologis yang pernah terjadi selama hidupnya.

Itulah dia penjelasan singkat mengenai anxiety disorder beserta gejala dan penyebabnya. Untuk mengatasi hal seperti ini, penderita perlu mencari bantuan profesional, seperti psikolog. (RN)