Konten dari Pengguna

Apa Itu FOMO dan JOMO? Ini Perbedaannya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu FOMO dan JOMO? Sumber: Pexels/Lisa Fotios
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu FOMO dan JOMO? Sumber: Pexels/Lisa Fotios

FOMO dan JOMO adalah istilah populer yang banyak digunakan di berbagai media sosial. Istilah ini semakin menyebar luas dan semakin dikenal karena banyak artikel dan akun yang menyebarkannya. Meskipun populer, tetapi belum banyak yang mengetahui apa itu FOMO dan JOMO?

FOMO dan JOMO pada dasarnya merupakan kedua istilah yang berkembang seiring dengan perkembangan digital. Dalam dunia media sosial, muncul berbagai istilah baru yang mencerminkan perubahan cara orang berinteraksi, berbagi, dan mengekspresikan diri di platform digital.

Apa Itu FOMO dan JOMO?

Ilustrasi Apa Itu FOMO dan JOMO? Sumber: Pexels/Mikoto.raw Photographer

Mengutip buku FOMO: Fear of Missing Out: Bijak Mengambil Keputusan di Dunia yang Menyajikan Terlalu Banyak Pilihan, Patrick McGinnis (2020:222), JOMO pada dasarnya dikenal juga sebagai solusi dari FOMO. Kedua konsep ini juga ditemukan dari konsep dan hasil pemikiran seseorang. Lalu, apa itu FOMO dan JOMO?

FOMO dan JOMO adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan pengalaman psikologis yang berkaitan dengan aktivitas sosial dan teknologi, terutama di era digital. Berikut penjelasan masing-masing istilah beserta perbedaannya.

1. FOMO (Fear of Missing Out)

FOMO adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa takut atau cemas karena merasa akan kehilangan sesuatu yang penting, seperti pengalaman, informasi, atau kesempatan. Biasanya, perasaan ini muncul akibat eksposur terhadap kehidupan orang lain, terutama melalui media sosial. Berikut adalah ciri-ciri dari FOMO.

  • Kecemasan Berlebihan: Merasa gelisah jika tidak mengikuti tren, acara, atau kegiatan tertentu.

  • Keinginan untuk Selalu Terhubung: Selalu memeriksa media sosial atau mencari tahu apa yang sedang terjadi.

  • Rasa Kurang Puas: Membandingkan diri dengan orang lain, yang sering kali membuat merasa kurang atau tertinggal.

  • Dorongan Impulsif: Mengambil keputusan tanpa berpikir panjang hanya agar tidak ketinggalan, seperti membeli barang atau ikut acara yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

2. JOMO (Joy of Missing Out)

JOMO adalah perasaan bahagia dan puas karena tidak mengikuti sesuatu, baik itu tren, acara, atau aktivitas sosial. JOMO mencerminkan sikap yang lebih bijaksana dalam memilih apa yang benar-benar penting bagi diri sendiri. Berikut adalah ciri-ciri JOMO.

  • Rasa Tenang: Tidak merasa tertekan untuk selalu terlibat dalam berbagai aktivitas atau mengikuti kehidupan orang lain.

  • Fokus pada Prioritas: Memilih hal-hal yang memberikan nilai lebih bagi kehidupan, seperti waktu berkualitas dengan keluarga, hobi, atau istirahat.

  • Kemandirian Emosional: Tidak bergantung pada validasi dari orang lain atau media sosial.

  • Kesadaran Diri: Menyadari bahwa kebahagiaan berasal dari dalam diri, bukan dari apa yang dilakukan orang lain.

3. Perbedaan Utama FOMO dan JOMO

  • Respons terhadap Kehilangan Kesempatan: FOMO akan memicu rasa takut dan kecemasan karena tidak terlibat. Sedangkan JOMO akan membawa rasa puas dan bahagia karena memilih untuk tidak terlibat.

  • Hubungan dengan Media Sosial: Media sosial sering menjadi pemicu FOMO dengan memperlihatkan kesempurnaan hidup orang lain. Sedangkan pada JOMO, media sosial dihindari atau digunakan secara bijaksana untuk mengurangi tekanan sosial.

  • Dampak pada Kehidupan: FOMO bisa menyebabkan stres, impulsivitas, atau keputusan yang kurang bijaksana. Sedangkan JOMO memberikan ketenangan, meningkatkan kualitas hidup, dan membantu fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.

  • Pengaruh pada Kesejahteraan Mental: FOMO dapat membuat seseorang merasa tidak cukup baik atau tertinggal. Sedangkan JOMO dapat membantu seseorang merasa cukup dan lebih bersyukur dengan apa yang dimiliki.

FOMO sering kali mendorong seseorang untuk terus mengejar kehidupan orang lain, sedangkan JOMO mengajarkan bahwa tidak apa-apa untuk melewatkan sesuatu. Memahami apa itu FOMO dan JOMO dapat membantu dalam menentukan pengambilan keputusan yang tepat pada suatu hal. (BAI)

Baca Juga: Apa Itu Boyfriend Air, Bahasa yang Viral di Media Sosial