Konten dari Pengguna

Apa itu Protektif? Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mengelolanya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi protektif. Sumber: fizkes/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi protektif. Sumber: fizkes/pexels.com

Apa itu protektif? Beberapa orang menganggap bahwa protektif dan posesif adalah hal yang sama. Padahal kedua sifat ini sangat berbeda.

Menurut Bawono, Herini, dan Wandita dalam Jurnal Gizi Klinik Indonesia, protektif merupakan sikap peduli pada orang lain demi kebaikan kedua belah pihak.

Lantas, apa itu protektif? Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, baca artikel ini hingga selesai.

Apa itu Protektif?

Ilustrasi protektif. Sumber: fizkes/pexels.com

Protektif adalah suatu sikap peduli terhadap orang lain dengan mempertimbangkan kebaikan dan keamanan kedua belah pihak.

Sikap ini sering disamakan dengan posesif. Padahal, keduanya memiliki ciri yang berbeda. Posesif adalah rasa peduli yang muncul untuk kebaikan salah satu pihak saja.

Posesif biasanya berupa rasa takut yang berlebihan apabila pasangannya akan meninggalkannya. Oleh sebab itu, seseorang yang bersikap posesif akan sering bertanya keberadaan hingga cenderung membatasi ruang gerak pasangannya.

Lain halnya dengan protektif. Protektif hadir atas dasar rasa cinta. Seseorang akan memastikan keselamatan dan keamanan pasangannya. Akan tetapi, sifat protektif yang berlebihan juga tidak baik karena bisa merugikan kedua belah pihak.

Oleh sebab itu, kamu perlu mengendalikan sifat protektifmu agar hubunganmu dengan pasangan tetap bertahan lama.

Ciri-Ciri Protektif

Ada sejumlah ciri-ciri protektif yang membedakannya dengan posesif. Adapun ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut.

  • Sikap protektif bertujuan untuk melindungi dan memastikan keselamatan pasangannya.

  • Sikap protektif tidak membatasi ruang gerak pasangannya, tetapi sebatas memastikan keamanan dan keselamatannya.

  • Sikap protektif cenderung memantau keberadaan pasangan, misalnya dengan menanyakan kabar dan keberadaannya.

  • Orang yang memiliki sifat protektif akan percaya kepada pasangannya.

  • Orang yang memiliki sifat protektif tidak akan membatasi lingkungan pertemanan pasangan, sehingga pasangan tetap diperbolehkan untuk berteman dengan siapapun.

  • Sikap protektif akan menuntun pasangan, bukannya malah mengaturnya.

Cara Mengelola Sifat Protektif

Sikap protektif yang berlebihan tentu tidak baik bagi dirimu atau pasanganmu. Oleh sebab itu, kamu perlu mengelola sifat tersebut agar tidak overprotektif.

1. Bersikap Terbuka

Cara mengelola sifat protektif yang pertama adalah bersikap terbuka dengan pasangan. Hal ini untuk mengurangi rasa curiga yang timbul, sehingga kamu dan pasangan bisa saling percaya.

2. Membuat Aturan dalam Hubungan

Kamu juga bisa membuat aturan dalam hubungan untuk mengelola sifat protektif. Dengan begitu, rasa cemburu yang terjadi bisa lebih dikendalikan.

Di sini, kamu bisa menyampaikan hal-hal yang bisa membuatmu tidak nyaman apabila pasangan terlalu overprotektif.

3. Mengungkapkan Cinta

Salah satu penyebab overprotektif adalah kurangnya ungkapan rasa cinta. Oleh sebab itu, kamu tidak perlu malu untuk mengungkapkan rasa cintamu terhadap pasangan.

4. Memperkenalkan dengan Teman

Salah satu cara mengelola sifat protektif selanjutnya dapat dilakukan dengan memperkenalkan pasanganmu dengan lingkaran pertemananmu.

Hal ini dapat mengatasi rasa cemburu yang kemungkinan akan muncul nantinya. Selain itu, memperkenalkan dengan lingkaran pertemanan bisa membuat kalian saling percaya. Itulah sejumlah informasi seputar apa itu protektif, ciri-ciri, dan cara mengelolanya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagimu. (ENF)