Apa itu Roasting dan Ghosting? Ini Definisi dan Perbedaannya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu roasting dan ghosting? Kedua istilah ini adalah salah satu bentuk bahasa gaul yang merujuk pada sifat manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang istilah roasting dan ghosting, baca artikel ini sampai habis.
Apa itu Roasting dan Ghosting?
Perkembangan bahasa di kalangan anak muda memang tergolong pesat. Bahkan, saat ini banyak bahasa gaul baru yang digunakan, seperti roasting dan ghosting.
Lantas, apa itu roasting dan ghosting? Pada dasarnya, kedua istilah ini memiliki makna yang berbeda.
Rohmatin dan Sari dalam Dinamika Psikologis Resiliensi Pada Korban Ghosting menyebutkan bahwa ghosting adalah suatu perilaku seseorang yang suka meninggalkan kewajibannya.
Lebih jelasnya, ghosting adalah suatu perilaku seseorang yang mengakhiri hubungan secara sepihak, memutuskan komunikasi tanpa memberikan penjelasan, hingga sulit untuk dihubungi.
Perilaku ghosting ini bisa dijumpai dalam banyak situasi, baik percintaan, pertemanan, hingga pekerjaan. Kondisi ini juga bisa merusak reputasi pelakunya.
Sementara itu, roasting adalah bentuk perilaku seseorang yang suka mengolong-olok, mengejek, dan menggoda orang lain. Kondisi ini bisa membuat seseorang menyakiti perasaan orang lain.
Di samping itu, roasting juga disebutkan sebagai bentuk kritikan atau teguran dengan keras dan tajam.
Perbedaan Roasting dan Ghosting
Istilah roasting dan ghosting adalah dua perilaku yang berbeda. Berikut ini adalah perbedaan antara roasting dan ghosting.
1. Tujuan
Salah satu perbedaan roasting dan ghosting adalah terletak pada tujuannya. Roasting memiliki tujuan untuk menghina dan menjatuhkan orang lain, baik secara kasar atau tidak.
Sementara itu, ghosting bertujuan untuk meningkalkan tanggung jawabnya dengan cara menghilang secara tiba-tiba.
2. Bentuk
Perbedaan roasting dan ghosting berikutnya terletak dari bentuknya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ghosting dilakukan dengan cara mengabaikan pesan orang lain, meninggalkannya tanpa kabar, dan memutus hubungan.
Sementara itu, roasting dilakukan secara verbal melalui kata-kata, yaitu dengan cara mengejek, menghina, merendahkan, dan mengolok-olok orang lain.
3. Dampak Negatif
Pada dasarnya, dampak negatif roasting dan ghosting tergolong sama, yaitu seorang pelaku akan dihindari oleh orang lain. Selain itu, terdapat perbedaan lain tentang dampak negatifnya.
Perilaku ghosting dapat membuat seseorang menjadi tidak lagi dipercaya untuk mengemban tugas dan cenderung diabaikan.
Adapun untuk roasting, dampak negatif bagi korban adalah bisa merasa stres, tertekan, menurunnya kepercayaan diri, dan menghindar dari lingkungan sosialnya.
Itulah informasi tentang apa itu roasting dan ghosting beserta perbedaannya. [ENF]
