Apakah hubungan Backstreet itu Baik? Ini Jawabannya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah hubungan backstreet itu baik? Menjalani hubungan cinta dengan penuh romantis dan kasih sayang adalah impian semua orang.
Namun, pada kenyataannya selama perjalanan banyak rintangan yang menguji mental dan keharmonisan hubungan tersebut.
Beberapa orang memilih mempertahankan hubungan sambil mencari solusi bersama. Beberapa orang memilih jalan perpisahan. Tidak sedikit yang memilih backstreet. Lantas, apakah hubungan backstreet itu baik? Berikut ulasannya.
Apakah Hubungan Backstreet Itu Baik?
Dikutip dalam buku Mari Bicara Tentang Cinta karya Markus S., menjelaskan, hubungan backstreet adalah hubungan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dari orang tua.
Lebih lanjut Markus S., menjelaskan, faktor yang mendasari seseorang memilih backstreet biasanya karena tidak mendapatkan ijin dari orang tua. Hal tersebut bisa karena orang tua menganggap anaknya belum waktunya pacaran dan faktor lainnya karena orang tua tidak suka terhadap pacar anaknya. Karena alasan perilaku yang kurang baik, dan lain sebagainya.
Orang yang melakukan backstreet akan menjaga rapat-rapat rahasia hubungannya. Bahakan pada tingkatan yang lebih ekstrem, mereka tidak hanya menyembunyikan dari orang tua tetapi juga dari siapapun yang mereka kenal.
Pada dasarnya hubungan yang sembunyi-sembunyi tentu memiliki tekanan yang lebih tinggi daripada yang diketahui banyak orang. Tingkat kewaspadaan yang dibutuhkan pun lebih besar.
Sering kali hubungan backstreet membuat orang yang menjalaninya merasa terkekang, dan capek.
Dampak Buruk Backstreet
Beberapa orang beranggapan backstreet bukanlah solusi terbaik. Berikut beberapa dampak buruk yang sering ditimbulkan dari hubungan backstreet.
1. Kurang Komitmen
Hubungan backstreet memiliki resiko salah satu atau kedua pasangan tersebut mengalami pelemahan dalam hal komitmen. Karena sedikit banyak pemikirannya telah teracuni dengan ketakutan-ketakutan. Misalnya berpikir "Apakah hubungan yang dijalaninya ini bisa berlangsung lama?" "Jika tidak bisa bertahan lama kenapa harus diperjuangkan dengan susah payah?"
Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang sering kali menggoyahkan iman dan semangat perjuangan seseorang.
2. Membuat Orang yang Menjalani Merasa Tertekan
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, hubungan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi secara otomatis membuat pelakunya selalu was-was. Ketika sedang kencan bersama, mereka takut jika tiba-tiba ada yang melihatnya.
Contoh-contoh seperti itulah yang tanpa disadari dapat mengganggu kesehatan psikis dan fisik seseorang.
Apakah hubungan backstreet itu baik? Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan backstreet lebih condong tidak dianjurkan untuk dilakukan. (DAI)
