Konten dari Pengguna

Apakah Selingkuh Itu Penyakit? Ini Jawabannya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apakah selingkuh itu penyakit. Foto: Romina Ahmadp/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apakah selingkuh itu penyakit. Foto: Romina Ahmadp/Unsplash

Apakah selingkuh itu penyakit? Sebelum menjawabnya, ketahui dulu penjelasan singkat mengenai selingkuh.

Perselingkuhan dikenal sebagai tindakan pengkhianatan yang dilakukan seseorang terhadap pasangannya dengan cara menjalin hubungan romantis dengan orang lain.

Selingkuh menjadi fenomena yang sering terjadi dan bisa mengakibatkan dampak negatif bagi hubungan. Jadi, apakah selingkuh itu penyakit? Simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut.

Mengenal Selingkuh

Ilustrasi apakah selingkuh itu penyakit. Foto: photonic/Unsplash

Melansir situs psychology.binus.ac.id, dalam kehidupan sehari-hari, selingkuh identik dengan ketidakjujuran yang terjadi dalam hubungan romantis, baik saat masih pacaran maupun sudah berada di jenjang pernikahan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata selingkuh diartikan sebagai perilaku tidak berterus terang, senang menyembunyikan sesuatu, atau tidak jujur.

Batasan selingkuh bagi tiap pasangan berbeda-beda tergantung komitmen masing-masing. Ada pasangan yang ketika salah satunya menonton film dewasa, dikatakan telah berselingkuh.

Namun, bagi pasangan lainnya, batasan selingkuh adalah saat salah satu atau keduanya melakukan hubungan seksual dengan orang lain di luar relasi resmi.

Kendati tiap pasangan mempunyai batasan yang berbeda, tetapi ada beberapa kriteria yang dapat dijadikan batasan selingkuh. Berikut penjelasannya:

  • Adanya ketertarikan fisik terhadap lawan jenis yang bukan pasangan resmi

Meskipun rasa tertarik adalah sesuatu yang wajar, tetapi perlu diingat bahwa perselingkuhan dapat bermula dari ketertarikan, lantas muncul rasa ingin mengenal lebih jauh.

  • Kedekatan emosional

Hal ini didefinisikan sebagai ikatan batin antarindividu dalam sebuah hubungan. Dengan kata lain, terdapat rasa nyaman antara keduanya.

  • Kerahasiaan

Tatkala ketertarikan fisik berlanjut menjadi kedekatan emosional, lalu kemudian dirahasiakan dari pasangan resmi, maka perselingkuhan sudah terjadi.

Apakah Selingkuh Itu Penyakit?

Lantas, apakah selingkuh itu penyakit? Banyak perdebatan tentang apakah selingkuh itu penyakit atau bukan.

Namun, kenyataannya terdapat kondisi yang dikenal dengan compulsive cheating disorder atau gangguan perselingkuhan kompulsif. Ini merupakan istilah tak resmi guna menggambarkan perselingkuhan kronis.

Orang dengan compulsive cheating disorder akan selalu berselingkuh saat terlibat hubungan asmara dengan orang lain.

Meski disebut sebagai gangguan atau disorder, di dalam buku manual diagnostik untuk gangguan mental DSM-5, compulsive cheating disorder tidak diakui secara resmi.

Dengan kata lain, perselingkuhan bukan merupakan gangguan atau sejenis penyakit mental. Beberapa ahli mengategorikan perilaku tersebut sebagai gejala yang disebabkan oleh penyakit tertentu.

Beberapa gangguan kesehatan yang memicu penderitanya memiliki keinginan berselingkuh, antara lain:

  • Gangguan kepribadian ambang

  • Gangguan kepribadian narsistik

  • Gangguan hiperseksual

  • Gangguan penggunaan zat tertentu

Pelanggaran komitmen dalam hubungan tentunya selalu menyisakan luka hingga tumbuhnya rasa tidak percaya pada diri pasangan.

Demikian jawaban atas pertanyaan apakah selingkuh itu penyakit atau bukan. Apa pun itu, perselingkuhan tetap merupakan perbuatan yang salah sebab telah melakukan pengkhianatan terhadap pasangan resmi. (DN)