Konten dari Pengguna

Apakah Stres bisa Menurunkan Berat Badan? Ini Jawabannya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi stres. Sumber foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi stres. Sumber foto: Pexels

Apakah stres bisa menurunkan berat badan? Pertanyaan ini mungkin sering muncul bagi banyak orang yang mengalami perubahan berat badan saat menghadapi situasi stres.

Oleh karena itu, pengetahuan mengenai hubungan stres dengan berat badan menjadi hal yang menarik untuk diketahui bersama. Simak selengkapnya di sini.

Pengertian Stres

ilustrasi stres. Sumber foto: Pexels

Mengutip situs p2ptm.kemkes.go.id, stres merupakan respons yang dialami seseorang, baik secara fisik maupun emosional, ketika dihadapkan pada perubahan lingkungan yang memerlukan penyesuaian.

Stres adalah komponen alami dan signifikan dalam kehidupan, tetapi jika berat dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, dapat berdampak negatif pada kesehatan kita, termasuk mengakibatkan penurunan berat badan.

Saat mengalami stres, tubuh menghasilkan hormon seperti kortisol yang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk aspek pencernaan.

Berbagai Alasan Stres Bisa Menurunkan Berat Badan

Terdapat beberapa alasan mengapa stres dapat menurunkan berat badan. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa stres dapat menurunkan berat badan pada seseorang.

1. Dapat Mengurangi Nafsu Makan

Salah satu alasan utama mengapa stres bisa menurunkan berat badan adalah karena dapat mengurangi nafsu makan seseorang.

Beberapa orang mungkin kehilangan selera makan sepenuhnya saat menghadapi situasi stres. Sementara yang lain mungkin hanya makan dalam jumlah yang lebih sedikit dari biasanya.

2. Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Meskipun sebagian orang mungkin kehilangan nafsu makan saat stres, respons stres juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

Kortisol, hormon stres utama, dapat meningkatkan produksi glukosa dan memicu pemecahan lemak untuk digunakan sebagai sumber energi tambahan.

3. Mengganggu Sistem Pencernaan

Stres dapat mengganggu sistem pencernaan seseorang dan menyebabkan gejala seperti mual, diare, atau sakit perut.

Gangguan ini dapat membuat seseorang kehilangan nafsu makan atau mengurangi kemampuannya untuk menyerap nutrisi dengan efisien dari makanan yang dikonsumsinya.

4. Menyebabkan Kehilangan Massa Otot

Beberapa orang mungkin kehilangan massa otot saat mengalami stres, terutama jika mereka tidak makan dengan cukup. Bisa juga karena tubuh mereka menggunakan protein otot sebagai sumber energi tambahan selama periode stres.

5. Mendorong Pola Makan yang Tidak Sehat

Saat mengalami stres, seseorang mungkin cenderung tenggelam dalam pola makan yang tidak sehat, seperti manunda-nunda waktu makan.

Kebiasaan makan yang tidak sehat ini dapat menyebabkan penurunan berat badan dalam jangka panjang.

Jadi, jawaban atas pertanyaan "apakah stres bisa menurunkan berat badan?" adalah ya.

Meskipun stres dapat menyebabkan penurunan berat badan pada beberapa orang, penting untuk diingat bahwa efek stres pada berat badan dapat bervariasi dari individu ke individu. (AZS)