Konten dari Pengguna

Arti Anti Sosial dan Penjelasan Lengkapnya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi foto anti sosial. Sumber foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi foto anti sosial. Sumber foto: Pexels

Di dunia ini, tidak semua orang menyukai interaksi sosial. Ada yang bisa mendapatkan energi dari berinteraksi dengan orang lain, namun ada juga yang energinya bisa habis jika berinteraksi dengan orang lain. Orang yang energinya cepat habis, bisanya memiliki kepribadian introvert.

Namun, introvert sering dianggap sama dengan anti sosial. Padahal, keduanya memiliki arti yang berbeda. Jika introvert masih mau untuk berinteraksi dengan orang lain, kepribadian anti sosial tidak sama sekali.

Lalu, apa pengertian anti sosial? Apa faktor penyebab seseorang memiliki sifat ini? Bagaimana ciri-ciri dan cara mengobatinya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Penjelasan Lengkap Anti Sosial

Ilustrasi foto anti sosial. Sumber foto: Pexels

Dikutip dari buku Problematika dan Tantangan Pendidikan Kita karya Asep Safa'at Siregar, anti sosial adalah suatu perilaku yang acuh tak acuh dengan kondisi lingkungan. Biasanya pribadi yang anti sosial lebih banyak menghabiskan waktu sendiri dengan dunia maya.

Bahkan, dirangkum dari situs Mayo Clinic, antisosial biasa disebut sosiopat, adalah sebuah kondisi kesehatan mental di mana seseorang tidak menunjukkan rasa hormat terhadap hak dan perasaan orang lain. Bahkan tidak peduli mana yang benar dan salah.

Faktor Penyebab

  • Memiliki keluarga yang mempunyai riwayat gangguan mental, gangguan kepribadian, bahkan gangguan kepribadian anti sosial.

  • Pernah mengalami pelecehan seksual saat masa kanak-kanak.

  • Hidup di dalam keluarga yang tidak harmonis, penuh tekanan, dan sering mendapat kekerasan baik verbal maupun non verbal.

  • Masa kecilnya pernah dieksploitasi.

  • Pernah ditelantarkan atau ditinggalkan.

Gejala Anti Sosial

Biasanya, seseorang akan mendapatkan julukan anti sosial setelah berusia 18 tahun. Namun, bisa juga lebih muda. Seseorang yang mengalami gangguan anti sosial akan memiliki gejala sebagai berikut.

  • Suka melanggar hak orang lain.

  • Tidak peduli dan cuek pada orang lain. Bahkan terkesan tidak punya empati atau rasa kasihan.

  • Merasa dirinya lebih hebat dari yang lain.

  • Manipulatif.

Cara Menyembuhkan Gangguan Anti Sosial

Belum ada obat pasti yang bisa mengobati gangguan anti sosial. Bahkan, tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Namun, tidak ada salahnya membawa seseorang dengan gangguan anti sosial ke psikolog. Di sana, mereka bisa mendapatkan terapi yang bisa dilakukan untuk mengobati anti sosial.

Demikian pengertian sekaligus faktor, gejala, dan cara mengobati gangguan anti sosial. Semoga membantu!

(raf)