Konten dari Pengguna

Arti Defensive dalam Psikologi beserta Cara Menanganinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti defensive dalam psikologi. Foto: Akson/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti defensive dalam psikologi. Foto: Akson/Unsplash

Arti defensive dalam psikologi adalah perilaku mempertahankan keinginan maupun pendapat tanpa mau menerima masukan orang lain.

Berikut penjelasan dan cara menanganinya yang penting dipahami.

Arti Defensive dalam Psikologi

Ilustrasi arti defensive dalam psikologi. Foto: Peggy Anke/Unsplash

Melansir situs ejournal3.undip.ac.id, arti defensive dalam psikologi adalah bertahan atau melindungi diri. Sikap ini terjadi ketika seseorang berusaha membela dirinya guna menutupi kesalahan maupun rasa malu.

Secara umum, defensive bisa diartikan pula sebagai sikap atau perilaku enggan mengakui kesalahan yang dilakukan sebagai wujud dari pertahanan diri seseorang.

Orang yang bersikap defensive cenderung tidak jujur dan akan lebih banyak melindungi dirinya dari ancaman yang ia tanggapi dalam situasi komunikasi daripada memahami pesan yang disampaikan orang lain.

Perilaku ini mungkin tidak masalah apabila dilakukan sesekali. Lain halnya jika terus menerus. Tentu akan ada dampak negatif bagi kehidupan seseorang.

Beberapa contoh sikap defensive antara lain enggan mendengarkan kritik orang lain, menyusun banyak alasan supaya berhenti dikritik, suka membenarkan tindakan yang dilakukan, mengungkit kesalahan orang lain di masa lampau, menyalahkan orang lain atas tuduhan terhadapnya, hingga melakukan gaslighting.

Cara Menangani Sikap Defensive

Berikut adalah beberapa cara menangani sikap defensive yang perlu diketahui.

1. Memahami Perasaan

Ketakutan, kesedihan, atau rasa malu merupakan sesuatu yang normal dialami seseorang tatkala mendapatkan kritik. Oleh karena itu, berusahalah memahami perasaan tatkala mendapatkan kritik. Cara ini bisa mencegah seseorang dari perilaku defensive.

2. Fokus pada Topik Pembicaraan

Orang-orang defensive kerap mengalihkan topik pembicaraan supaya dirinya merasa aman dari perasaan negatif. Sikap ini sebaiknya tidak dilakukan. Meski tidak nyaman, berusahalah untuk fokus pada topik pembicaraan juga kritik sehingga lebih cepat mendapatkan solusi dari kesalahan yang diperbuat.

3. Menyadari Perilaku Defensive

Membuang perilaku negatif dalam diri memang tak mudah dilakukan. Namun, dengan menyadari atau mengakui sikap tersebut berarti seseorang benar-benar ingin membuangnya.

4. Melakukan Langkah Antisipasi

Buatlah daftar situasi yang menyebabkan munculnya perilaku defensive. Dengan demikian, seseorang bisa mengantisipasinya.

5. Belajar Menerima Kritik

Bukalah diri untuk menerima kritik yang membangun tanpa merasa terancam. Ingatlah bahwa kritik yang dilontarkan akan sangat bermanfaat sebagai pembelajaran.

6. Kenali Penyebabnya

Kenali akar penyebab timbulnya perilaku defensive. Bisa jadi karena pengalaman traumatis atau adanya rasa takut terhadap penilaian negatif. Mengetahui penyebab sikap tersebut dapat membantu mengatasinya secara lebih efektif.

Demikian arti defensive dalam psikologi beserta cara menanganinya. Kendati tergolong sesuatu yang normal, sikap ini mampu menghambat pengembangan diri serta interaksi sehari-hari. (DN)