Konten dari Pengguna

Arti Korban Ghosting dan Cara Memulihkan Perasaan

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Korban Ghosting Artinya. Sumber: Pexels.com/RDNE Stock project
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Korban Ghosting Artinya. Sumber: Pexels.com/RDNE Stock project

Korban ghosting artinya orang yang menjadi korban dari pelaku tindakan ghosting. Setiap tindakan yang menimbulkan adanya korban biasanya merupakan tindakan buruk.

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring Kemdikbud, korban adalah orang, binatang, dan sebagainya yang menderita akibat suatu kejadian. Berdasarkan definisi itu, ghosting memiliki arti sebagai kejadian yang membuat orang menderita.

Arti Korban Ghosting

Ilustrasi Korban Ghosting Artinya. Sumber: Pexels.com/cottonbro studio

Mengutip dari Kekok karya Basri (2021: 263), ghosting merupakan salah satu cara menghindar, yaitu ketika seseorang yang dekat dengan orang lain, menghentikan semua bentuk komunikasi dengan orang tersebut secara tiba-tiba.

Kondisi tersebut biasanya terjadi dalam dunia maya, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang melakukan ghosting dalam dunia nyata.

Ketika merasa dekat dengan seseorang dan kemudian orang itu menghilang secara tiba-tiba, setiap manusia tentu mengalami perasaan yang campur aduk. Contoh perasaan itu adalah sedih, kecewa, cemas, marah, bahkan merasa rendah diri.

Seseorang yang mengalami perasaan tidak nyaman akibat tindakan ghosting itulah yang kemudian sering disebut sebagai korban ghosting. Layaknya seorang korban, korban tindakan ghosting bisa saja mendapatkan dampak negatif dari tindakan tersebut.

Beberapa contoh dampak negatif dari tindakan ghosting bagi korbannya, yaitu:

  • merasa rendah diri;

  • merasa tidak percaya diri;

  • merasa bersalah;

  • merasa tidak aman;

  • menutup diri dari lingkungan;

  • menjadi jauh lebih pendiam (memendam); dan lain-lain.

Padahal korban ghosting tidak seharusnya menyalahkan diri sendiri. Pasalnya, tindakan yang salah adalah tindakan ghosting yang berasal dari pelaku.

Cara Memulihkan Perasaan bagi Korban Ghosting

Ilustrasi Korban Ghosting Artinya. Sumber: Pexels.com/MART PRODUCTION

Guna memulihkan perasaan dan diri, orang yang pernah atau masih menjadi korban ghosting dapat melakukan serangkaian cara. Berikut adalah beberapa cara memulihkan perasaan bagi korban ghosting.

  • Memahami dan menerima perasaan yang sedang dirasakan.

  • Berhenti menyalahkan diri sendiri sebab datang dan perginya seseorang adalah salah satu takdir yang tidak bisa satu manusia pun untuk mengontrolnya.

  • Berhenti memikirkan orang yang melakukan tindakan ghosting sebab orang yang benar-benar menyayangi akan berusaha untuk tidak menyakiti hati.

  • Fokus pada diri sendiri, baik itu melakukan kegiatan me time maupun kegiatan positif lainnya.

  • Melakukan konsultasi dengan psikolog untuk membantu diri memulihkan perasaan dan mental.

  • Fokus untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa dengan cara berdoa kepada-Nya.

kumparan post embed

Berdasarkan ulasan di atas, dapat dipahami bahwa korban ghosting artinya korban dari tindakan penghindaran secara tiba-tiba. Selain itu, dapat dipahami juga bahwa korban ghosting perlu fokus pada diri sendiri agar perasaan dan mental dapat membaik. (AA)