Konten dari Pengguna

Aspek-aspek Konsep Diri beserta Faktor yang Mempengaruhinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi aspek-aspek konsep diri, sumber foto: Elijah O'Donnell by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aspek-aspek konsep diri, sumber foto: Elijah O'Donnell by pexels.com

Konsep diri merupakan gambaran atau pandangan perasaan dan pemikiran individu terhadap diri sendiri. Salah satu aspek-aspek konsep diri adalah aspek fisiologis.

Selain itu konsep diri juga berkaitan dengan kemampuan, karakter, sikap, tujuan hidup, kebutuhan dan penampilan diri. Persepsi terhadap diri inilah yang bersifat dinamis dan dibentuk berdasarkan pengalaman, interpretasi lingkungan dan evaluasi diri.

Dikutip dari repository.ump.ac.id, berikut ini terdapat beberapa aspek-aspek yang termasuk ke dalam konsep diri.

Aspek-aspek Konsep Diri

Ilustrasi aspek-aspek konsep diri, sumber foto: Anna Shvets by pexels.com

Konsep diri adalah persepsi yang dimiliki individu tentang dirinya yang dibentuk melalui pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari interaksi lingkungan. Berikut ini aspek-aspek konsep diri yang perlu diketahui oleh setiap orang.

1. Aspek Fisiologis

Aspek fisiologis dalam konsep diri berkaitan dengan unsur-unsur fisik, seperti warna kulit, bentuk, berat atau tinggi badan dan raut muka. Karakteristik fisik ini mempengaruhi bagaimana cara seseorang menilai diri sendiri.

Tidak dipungkiri, bahwa orang lain juga menilai seseorang diawali dengan penilaian terhadap hal-hal yang bersifat fisiologis. Meski belum tentu bahwa penilaian awal terhadap penampilan fisik untuk dijadikan sebagai dasar respon perilaku seseorang terhadap orang lain.

2. Aspek Psikologis

Selanjutnya ada aspek psikologis yang meliputi tiga hal, yaitu:

  • Kognisi yang meliputi kecerdasan, minat dan bakat, kemampuan konsentrasi serta kreativitas.

  • Afeksi yang mana di dalamnya ada ketekunan, ketahanan dan keuletan bekerja, toleransi stress hingga motivasi berprestasi.

  • Konasi atau berkaitan dengan kecepatan dan ketelitian kerja, stress, resitiensi, dan coping.

3. Aspek Psiko-Sosiologis

Aspek Psiko-Sosiologis adalah pemahaman individu yang masih memiliki hubungan dengan lingkungan sosialnya. Aspek Psiko-Sosiologis ini meliputi tiga unsur, yaitu:

  • Orang tua saudara kandung dan kerabat dalam keluarga.

  • Teman-teman pergaulan dan dan kehidupan bertetangga.

  • Lingkungan sekolah, baik guru, teman, sekolah, maupun aturan-aturan sekolah.

4. Aspek Psiko Etika dan Moral

Terakhir ada aspek Psiko Etika dan moral yang merupakan kemampuan memahami dan melakukan perbuatan berdasarkan nilai-nilai etika dan moralitas. Setiap perasaan, pemikiran, dan perilaku individu harus mengacu pada nilai-nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan kepantasan.

Oleh karena itu, proses pengamatan dan penghayatan individu terhadap nilai-nilai moral menjadi sangat penting. Karena dapat menopang keberhasilan seseorang dalam melakukan kegiatan penyesuaian diri dengan orang lain.

Aspek-aspek konsep diri penting untuk diketahui agar kita lebih mengetahui tentang diri sendiri. Selain itu, adanya aspek konsep diri akan mempermudah kita untuk menentukan yang terbaik untuk diri sendiri dalam kehidupan. (DSI)