Konten dari Pengguna

Bahaya Sifat Egois bagi Kehidupan dan Cara Menghilangkannya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bahaya sifat egois. Sumber foto: Pexels/Christina Morillo.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bahaya sifat egois. Sumber foto: Pexels/Christina Morillo.

Bahaya sifat egois selain berdampak buruk untuk orang lain, juga memiliki efek yang tidak baik untuk diri sendiri. Dikutip dari buku Tanya Jawab Seputar Parenting karya Bunda Novi, berdasarkan sudut pandang psikologis, egois adalah sifat yang suka mementingkan dirinya sendiri.

Orang yang memiliki sifat egois, biasanya ingin selalu diutamakan kepentingannya tapi tidak mau memperdulikan orang lain.

Bahaya Sifat Egois

Ilustrasi bahaya sifat egois. Sumber foto: Pexels/Timur Weber.

Sebagai manhluk sosial, tentunya kepedulian terhadap sesama adalah poin yang penting untuk diterapkan. Bahkan pada beberapa kasus, disarankan untuk mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

Berikut beberapa bahaya sifat egois yang perlu diperhatikan dan diketahui.

1. Dibenci Orang Lain

Orang egois sering kali merugikan orang lain. Hal tersebutlah yang kemudian banyak orang tidak suka terhadap dirinya. Bahkan membenci dan menjauhinya.

Ketika banyak orang yang tidak suka, secara otomatis gerak kehidupan sosial manusia tersebut menjadi terbatas. Misalnya, sulit meminta bantuan kepada orang lain, tidak dipedulikan, dan lain sebagainya.

2. Kurang Peka terhadap Kehidupan Sosial

Kepekaan bersosial merupakan komponen yang harus diketahui sekaligus dipraktikkan agar kehidupan sosial berjalan harmonis. Orang egois, cenderung tidak memiliki kepekaan terhadap kepentingan sosial.

Sebab, yang ada di benaknya adalah bagaimana agar keinginannya terkabul. Sekalipun hal tersebut merugikan kepentingan banyak orang.

3. Susah Berkembang

Orang egois cenderung merasa pemikirannya adalah benar sehingga ia sulit menerima kritik dan saran dari orang lain. Ketika sifat tersebut terus dipelihara, secara otomatis ia akan sulit berkembang.

Orang yang pemikirannya tertutup cenderung memiliki akses informasi yang terbatas dan sempit. Begitu pula sebaliknya, orang yang mau membuka pikirannya, secara alamiah mendapatkan wawasan yang luas. Sehingga ia bisa melakukan perkembangan untuk dirinya dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang.

Cara Menghilangkan Sifat Egois

Terbiasa memaksakan kehendakan membuat seseorang hidup terisolasi karena tidak ada orang yang mau berkumpul bersama dengannya. Kondisi tersebut jika dibiarkan dapat menciptakan pola hidup negatif serta terancam kebahagiaan hidup di masa depan.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan sifat egois, diantaranya:

  • Melatih diri dengan menjadi pendengar yang baik

  • Menahan kehendap pribadi di atas kepentingan umum

  • Belajar mengorbankan diri untuk membantu orang lain yang benar-benar membutuhkan pertolongan

  • Meningkatkan rasa sabar

  • Mengasah kepekaan dengan memperhatikan suasana dan kondisi yang terjadi di lingkungan sekitar

  • Menerima kritik dan saran dari orang lain

Itulah bahaya sifat egois dan cara menghilangkannya yang bisa diterapkan dalam kehidupan. [DAI]